Tiga Puluh Enam

689 Kata
*LABORATORIUM PROFESOR SNAPE* “Jangan pedulikan aku! Sekarang tugasmu adalah menyegel buku ini dan selamatkan istri dan anakku Harry!” Teriak Profesor Snape memerintahkan asistennya itu untuk memprioritaskan keluarganya. Dalam keadaan bimbang Harry pun melepaskan tubuh Professor Snape dan mulai merapalkan sihir segel untuk menutup kembali buku sihir kuno itu. Sedangkan disaat bersamaan Profesor Snape mulai terhisap ke dalam pusaran energy dari buku sihir itu. “Maafkan aku sayaanngg~ tolong jaga anak kita!” “SAYAAAANNNGG! Aku tidak akan membiarkanmu perg..!” Ciel pun melemparkan seluruh ramuan racun sihir yang ada di kantong sihirnya sehingga membuat sebagian tubuh Lynx itu berasap dan mulai terbakar. Melihat dirinya di serang oleh sosok wanita yang berada dibawahnya ia pun mengeluarkan sihir kutukan kepada Ciel dan membuat tubuhnya berangsur-angsur berubah menjadi kucing hitam. “Aaaaaahhh! Tidaaakkk istrikuuuu~” Seluruh tubuh Professor Snape pun sudah terhisap ke dalam buku sihir kuno itu. “Siaaaalll! Professoorr! Nyonyaa Cieeeelll! Kalau begini aku harus menggunakan sihir segel terlarang!” Harry sudah tidak sanggup dengan keadaan yang kacau ini, ia pun memutuskan untuk menggunakan sihir yang tidak seharusnya digunakan. “Forbidden Seal Magic, activated! Circle of Soul!” Sesosok Monster Iblis besar membawa rantai berdiri tegap dibelakang Lynx. Dia pun mulai melilit rantainya ke seluruh tubuh Lynx dan juga buku sihir kuno itu. Perlahan-lahan Lynx itu masuk kembali ke dalam buku, sedangkan lingkaran energi gelap menyelimuti buku tersebut. “Maafkan aku Fay.. a aku terpaksa melakukan ini, semoga kau bisa mengatasi masalah ini di masa depan..” Harry mengarahkan buku sihir kuno yang sudah terantai dan diselimuti bola energi gelap itu ke arah tubuh mungil Fay. “Aku akan menyegel buku sihir kuno ini ke dalam tubuhmu Fay.” Ucap Harry mendorong masuk buku kuno itu ke dalam ruang jiwa yang berada di dalam tubuh Fay. “Circle of soul, Locked! Aaaaaarrrrgggghhhh!” Setelah mengunci segel terlarang tersebut, Harry meringis kesakitan, tubuhnya seperti terbakar, hal ini merupakan dampak menggunakan sihir terlarang tanpa persiapan yang matang. Bersamaan dengan terkuncinya segel sihir terlarang di tubuh Fay, tubuh Harry pun perlahan-lahan menjadi debu dan menghilang bersamaan dengan monster iblis berantai yang dipanggilnya. “EEYAAAA! EEYAAAA! EYAAAA!” Fay yang masih berusia dua tahun pun menangis keras karena ada rasa sakit di dalam tubuhnya. “Faaayyy! Anakkuuu! Tenanglah naaakk! Ibu masih ada disampingmu nyaaawwhh.” Ciel yang sudah menjadi seekor kucing hitam mengelus-eluskan kepalanya ke tubuh Fay mungil agar ia tenang. *DI MASA SEKARANG DI HUTAN CAMAZOTZ* Sihir penghancur kutukan telah dilepaskan oleh Boy kepada Luna yang selama bertahun-tahun menderita karenanya. Cahaya putih pun menyinari tubuh kucingnya dan berangsur-angsur bertumbuh lalu membentuk tubuh wanita dewasa dengan rambut berwarna biru gelap yang wajahnya hampir mirip dengan Fay saat ini namun warna mata yang berbeda yaitu bermata biru di sebelah kanan dan hijau disebelah kiri dan masih ada tanda bulan sabit di keningnya.   Tubuh manusia Luna Ciel Merlyn sungguh mempesona cahayanya bak bulan purnama yang bersinar, walaupun sebenarnya dia sudah bersuami dan memiliki seorang anak remaja. “Lu.. Luna.. Apakah itu kau?! Tu.. tubuhmu menjadi manusia.” Fay terperangah melihat sosok wanita yang cantik, anggun dan dewasa. Melihat Fay dihadapannya dengan wajah kebingungan, Luna pun berjalan ke arah Fay lalu memeluknya dengan erat. “Ss.. setelah sekian lama.. akhirnya aku benar-benar bisa memeluk anak ku seperti ini.” Ucap Luna dengan lirih memeluk Fay dan membelai rambut anaknya itu dengan lembut. “Lu.. Luna… a.. apakah kau be.. benar-benar ibuku?” Tanya Fay terbata-bata hingga matanya berkaca-kaca. “I.. iyah.. maafkan aku anakku… maafkan aku karena telah menyembunyikan hal ini selama ini.” Ungkap Luna yang selama ini menutup identitas aslinya sebagai ibunya. Fay memperhatikan sosok Luna yang kini menjadi seorang wanita yang anggun. Wajahnya, warna rambutnya, mirip dengan dirinya. Perasaannya mulai berkecamuk, emosinya mulai meluap karena haru dan rindu. Karena sejak kecil ia tidak mengenal sosok orangtuanya, dan hanya diurus oleh seekor kucing yang ternyata adalah ibu kandungnya yang selama ini terkena kutukan. “Ma.. mamah~ Huwaaa~ ternyata aku masih punya seorang mamah huwaaa~” Fay terisak-isak, air mata haru membasahi pipinya yang kemerah-merahan itu. Suasana haru pun tumpah ruah antara Luna Ciel Merlyn dan Fay Marie di tengah Hutan Camazotz.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN