*TIGA HARI KEMUDIAN DI KAMAR BOY*
Tiga hari sudah berlalu semenjak Boy menyelesaikan bonus quest di Pulau Kelelawar yang berada di dunia lain.
Semenjak itu level statusnya sebagai aplikator The Superpower App melonjak naik.
Boy Bima Sakti Aplikator D-Class Status:
[Level 37]
Kekuatan : 73
Kelincahan : 123
Kepekaan : 64
Daya Tahan : 135
Kecerdasan : 78
Magic : 130
Spirit : 135
Elemen : Petir, Elektrik, Random Unique
Skill baru : Sihir Pemanggil Pasukan Setia (Summon Loyal Squad)
Skill Saat ini : Memerintah Pasukan Mayat Hidup
Memanggil Monster Yang Bersumpah Setia Pada Anda
Flash Speed
Electric Manipulation
Thunder Hammer of Thor
Analisa Administrator
Segel Loyalitas
Boy yang telah kembali ke dunianya tiga hari yang lalu tengah bersiap diri untuk masuk sekolah. Namun sebelum berangkat dia teringat kejadian ketika para monster di Pulau Kelelawar bersumpah setia kepadanya.
*KEJADIAN TIGA HARI YANG LALU DI PULAU KELELAWAR*
Setelah memberikan segel kesetiaan kepada seluruh monster yang bersumpah setia padanya, energi sihir Boy terkuras habis dan membuat dirinya pingsan selama beberapa jam.
“Aaarrgghh… hmm… sepertinya aku tidak sadarkan diri akibat kehabisan energi sihir.” Gumam Boy sambil merentangkan kedua tangannya dan mengucek-ngucek matanya Boy mencoba mengumpulkan nyawanya yang masih setengah sadar.
“Tuan Boy… akhirnya kau bangun juga.” Ucap seorang wanita anggun berambut biru terurai menghampiri tempat tidur Boy yang saat pingsan di bawa ke istana sayap timur milik Axel.
“Hmm… iyah…” Boy mengernyitkan matanya memperhatikan wanita yang membawa segelas teh manis hangat dan mencoba mengingat-ingat siapa wanita ini.
“Hmm… tampaknya aku belum pernah melihat tante-tante ini.” Ucap Boy dengan lirih.
“Buk!”
“Nyawh! Aku memang sudah tiga puluh delapan tahun! Tapi tiba-tiba dipanggil seperti itu entah kenapa tanganku jadi ringan begini.” Luna kesal dan menjitak kepala Boy.
“Jja jangan begitu mamah! Bagaimana pun juga Boy adalah Tuanmu mamah.” Ucap Fay yang berada dibelakang wanita itu yang ternyata adalah si kucing hitam Luna dalam wujud manusianya.
“Heeee! Luna si kucing hitam sekarang menjadi tan.. eh seorang wanita?!” Boy terkejut karena memang Boy tidak sadarkan diri duluan sebelum Luna kembali ke wujud aslinya setelah menerima kutukan Lynx enam belas tahun yang lalu.
“Ehem! Berkat sihir pelepas kutukan Anda Tuan ku, sekarang aku kembali ke bentuk asli ku nyawh. Dan tolong maafkan atas kelancanganku tadi hehehe.” Kata Luna walaupun dalam wujud manusia kebiasaan bersuara kucingnya masih belum hilang.
“Hahaha syukurlah kalau begitu, mendengarkan Fay menyebutmu mamah tampaknya kalian benar-benar ibu dan anak yah.” Kata Boy memperhatikan fisik Fay dan Luna.
“Iyaaah aku sangat berterimakasih padamu Tuan Boy dan sebagai tanda terima kasihku aku ingin bersumpah setia padamu juga.” Ucap Fay yang berlutut dan menyatakan kesetiaannya pada Boy mengikuti ibundanya.
“Huwaa kau juga mau bersumpah setia padaku?”
“Benar! Sebelumnya aku terkejut melihat banyak orang bersumpah setia padamu khususnya ketika Mamah menatapku dengan sangat dalam. Oleh karena itu aku belum sempat bersumpah setia padamu.” Terang Fay yang menunjukkan kesiapannya untuk tunduk pada perintah Boy.
Lalu Fay pun bertekuk lutut di hadapan Boy yang masih berada di atas kasurnya.
“Jadi terimalah sumpah setiaku Tuan! Aku Fay Marie, siswi Akademi Kerajaan Alexandria Jurusan Ilmu Sihir bersumpah setia padamu dan siap melayanimu Tuank Boy Bima Sakti!”
Boy menatap lembut Fay yang dengan serius bersumpah setia padanya, dengan senyuman yang menenangkan ia pun menerima sumpah setia Fay lalu simbol kesetiaannya bersinar di bagian tubuh Fay.
Namun tak berselang lama Fay menjerit kesakitan.
“Aaaaawwwwhhh!!!” Rasa panas terasa di bagian tulang belakang Fay sampai-sampai sinar merah bergumul dan energi berbentuk rantai keluar dari punggungnya.
“Faaayy nyawh?! Ini segel sihir buku kuno merespon simbol kesetiaan Tuan Boy.”
[Info! Seal Magic Circle of Soul terdeteksi tersimpan di dalam ranah jiwa Fay dan mencoba melawan Magic of Oath Allegiance]
“Hmm… sepertinya aku harus menemukan skill yang bisa mendominasi sihir segel itu tapi..” Boy memperhatikan kondisi Fay dan melihat keterangan dari sistem administrator.
“Luna-san! Aku merasakan ada sesuatu yang di segel di dalam tubuh Fay.”
“Ah iyah Tuan ku.. ada buku Sihir Kuno yang tersegel di dalam tubuh Fay oleh asisten suamiku sejak enam belas tahun yang lalu.”
“Buku Sihir Kuno?! Admin! Tolong analisa buku itu.”
[Roger! Scanning Activated!]
[Proses analisa selesai!]
[Buku Sihir Kuno ini merupakan sebuah artefak Raja Horus yang sangat langka]
Hmm… apakah segel sihir ini bisa dilepaskan? Atau.. hmm… bisa berguna untuk perkembangan Fay?
[Roger! Analisa sinkronisasi Buku Sihir Dewa Horus dengan potensi energi Fay Marie]
[…]
[Proses analisa selesai!]
[Dengan kekuatan simbol kesetiaan dari Tuanku dapat menjadi jembatan bagi potensi bakat dan energi Fay dengan kekuatan tersembunyi dari Buku Sihir Dewa Horus]
Huwow! Oh yah fuwa? Hmm… Kalau begitu aku tidak perlu melepaskannya, tapi aku hanya perlu menguatkan energi sihirku kepada Fay..
[Betul sekali! dengan kapasitas energi sihir Anda, simbol kesetiaan Anda akan mendominasi dan mengontrol kedua potensi kekuatan Fay yang terpendam]
“Huwahahaha kalau begitu kau tenang saja Luna-san. Aku akan membantu anakmu menjadi anak yang sangat berbakat.”
“Nyawh?! Kalau begitu aku percayakan semuanya kepadamu Tuan Boy.”
“Baiklah.. Great Symbol Activated! Black Dragon Shield Slasher, in Action!”
Lalu simbol kesetiaan berupa Naga Hitam dengan perisai dan pedang perlahan bergerak di tubuh Fay lalu mendominasi simbol segel sihir buku kuno yang tengah di rantai.
Dengan ini energi Boy akan memberikan petunjuk kepada ranah jiwa Fay untuk membangunkan potensi besar dan cara menggunakan kekuatan sihir Dewa Horus di masa depan.
Tubuh Fay pun berangsur lemah dan ia pun pingsan akibat energinya terkuras oleh kekuatan kedua simbol yang ada di dalam tubuhnya. Dengan ini permasalahan Fay telah diatasi.
Luna dengan sigap memberikan potion khusus untuk menetralisir efek kutukan buku kuno dan memperkuat ranah jiwanya agar tidak dikuasai energi hitam Monster Lynx.
*DI DALAM RANAH JIWA FAY*
“Hei..! Hei.. nak! Bangun tah~!” Seorang pria mencoba membangunkan Fay
“Hmm.. dimana aku sekarang?” Perlahan-lahan Fay membuka matanya dan mencoba untuk mengembalikan kesadarannya.
“Hei bocah! Kau harus segera sadar!” Seru pria tersebut dengan menggoyang-goyangkan tubuh Fay.
“Heee!? Paman siapa?”
“Eeeh! Aku adalah…”