Tiga Puluh Delapan

1078 Kata
*ISTANA SAYAP TIMUR PULAU KELELAWAR* Keadaan Pulau Kelelawar nampak rusak parah akibat kebangkitan Monster Iblis Salazar, terutama di wilayah bagian barat yang hampir rata ditambah Istana Barat yang tiba-tiba menghilang sebelum bencana benar-benar datang. Pulau ini masih diselimuti oleh awan gelap baik itu di waktu pagi atau pun siang, awan gelap ini memang diciptakan oleh Raja Iblis Beelzebub agar para pelaut yang mengarungi wilayahnya merasakan suasana yang mencekam dan lari ketakutan. Sedangkan Boy dan yang lainnya berkumpul dan beristirahat di sebuah mansion istana wilayah timur milik Kapten Axel. “Haaah baru juga beberapa saat terbangun sudah menghadapi sesuatu yang cukup menguras energi.” Gumam Boy yang baru saja mengatasi masalah Fay dan buku sihir kuno yang tertanam di dalam diri gadis remaja itu. Kelamaan rebahan di kasur juga tidak baik, jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan dulu sejenak dan membiarkan Fay dalam perawatan ibunya. Tapi pergi keluar pun kalau berada di tempat ini suasananya suram dan tidak ada sinar matahari yang bisa menyegarkanku. Suasana gelap di wilayah ini tidak jauh beda dengan keadaan hidup ku di bumi, tapi dengan kekuatan sebagai aplikator ini akan membawa perubahan besar dalam kehidupanku kedepannya. “Tuan ku! Kau sudah sadar O!” Sapa Jack O’ Lantern melihat tuannya keluar dari istana. Sedangkan saat itu para monster undead tengah memperbaiki kerusakan di wilayah istana ini dan terlihat mereka sibuk memindahkan barang-barang ke arah pelabuhan. Melihat Boy tengah berjalan ke arah mereka, seketika para monster yang sibuk membereskan barang-barang itu langsung menghentikan aktivitas mereka dan memberikan sikap hormat kepada Boy. “Ah iyah Jack, aku sudah cukup beristirahat.” “Aww! Master Boy Anda sudah baikan.” Kapten Axel menghampiri dan menyapa dengan penuh hormat. “Oyy pagi Kapten Axel. Hmm.. Apa yang sedang kalian lakukan ini ?” “Aww yeaah kami sedang membereskan barang-barang kami dan mengangkutnya ke kapal kami yang sudah diperbaiki dan siap untuk berlayar kembali dan mengarungi samudera setelah ratusan tahun terperangkap di pulau suram ini.” Terang Axel yang menantikan petualangan barunya sebagai bajak laut mayat hidup Pulau Kelelawar. Kapten Axel menunjukkan kapal bajak lautnya yang megah yang bagian depannya berbentuk kepala tengkorak naga, lalu ditengah bagian kapal tampak tiang layar yang menjulang dan tertancap bendera bersimbol tanda kesetiaan kepada Boy seperti yang tertanam pada tubuh mereka “Wow! Itu terlihat keren sekali Kapten.” Binar-binar cahaya tampak jelas di mata Boy yang terkagum dengan kapal bajak laut yang ada dihadapannya. “Kau sudah bisa berdiri kembali ternyata Tuan baru ku.” Terdengar suara Putri Avriel yang tengah berjalan bersama Carberos si anjing berkepala tiga yang berada disampingnya. “Hooo~Avriel dan Carberos! Kalian ternyata ada disini dan mulai akur dengan yang lainnya yah.” Sapa Boy dan mulai membelai kepala Carberos yang mendekatinya. Entah kenapa Boy mulai terbiasa dengan binatang monster ini, mungkin karena level statusnya meningkat maka hal ini juga berdampak pada perkembangan mental, sikap, keberanian dan kecerdasannya. Lalu Boy pun menatap seorang wanita dewasa, seorang laki-laki dan gadis remaja di depannya yang memberikan salam penghormatan sembari bertekuk lutut kepadanya. Hmm siapa wanita cantik yang menggunakan kimono dengan rambut poni yang berkuncir ini? Lalu ada anak laki-laki remaja yang begitu ceria dan gadis muda yang tampak malu-malu di sampingnya.   “Anda tak mengenali kami Tuanku gumo?” Tanya wanita berpakaian kimono itu sembari mengibaskan kipasnya menutupi mulutnya. “Hhahaha ini kami tuanku para monster laba-laba putih yang berevolusi akibat energi kesetiaan yang tuan bagikan kepada kami turaa.” Kata laki-laki remaja itu yang mengenakan pakaian layaknya seorang shinobi. “Ka.. kami sangat berterima kasih kepada Tuan Boy roraa.” Gadis manis berpakaian kunoichi disampingnya mengucapkan terima kasih dengan sikap yang malu-malu. “Eeeehh! Ap apa kalian Jorogumo, Ren Tarantula dan La Llorona ?!” Boy terkejut dengan perubahan drastis para monster laba-laba putih yang sekarang berpenampilan layaknya manusia. Lalu Jorogumo, Ren, La Llorona dan para monster laba-laba putih lain dibelakangnya membungkuk untuk memberi salam penuh hormat kepada Boy. “Kami dari klan laba-laba putih mengucapkan terima kasih kepada Tuan Boy yang sudah menerima sumpah setia kami gumoo.” Jorogumo dengan penampilan menawannya memimpin kelompok laba-laba putih untuk mengucapkan terima kasih kepada tuan baru mereka. “Ah iyah kalian sungguh-sungguh membuatku pangling , hmm… aku mengharapkan bantuan dan kerja sama dari kalian .” Kata Boy yang tampak terkejut namun memberikan sikap yang ramah dan menerima ucapan terima kasih kelompok monster laba-laba putih yang kini memiliki wujud manusia. Tak lama kemudian Frenkenstein datang menghampiri Boy untuk menyambut tuannya ini. “Fren.. ken.. Tuan muda aku telah membuat blue potion ini untukmu tuanku agar Anda bisa segera segar kembali.” Frenkenstein datang sambil bertekuk lutut lalu menyerahkan potion buatannya kepada Boy. [Info! Efek blue potion meningkatkan energi sebesar 70%]   Hebat monster berkepala besar ini bisa meracik item seperti ini. “Hmm… Frenksenstein-san aku memberikan gulungan resep potion ini padamu, pelajarilah dan produksi sebanyak mungkin item-item yang ada pada gulungan tersebut .” Ucap Boy sambil mengeluarkan gulungan resep meracik beberapa item dari dalam lubang ruang dimensinya. Dia menukarkan resep potion dari aplikasi dengan poinnya. “Fren.. Baik Master, saya terima gulungan ini dan tugas dari Anda fren..hmm.. hanya saja saya tidak punya tempat yang luas dan ruang laboratorium yang mumpuni untuk meracik dan memproduksi ini fren.” “Aahh iyah aku lupa memberitahu kalian bahwa kita sudah mempunyai markas di ruang dimensi tanpa batas , kalau begitu kalian masuklah ke dunia baruku ini… New World Other Gate!” Boy mengeluarkan Another World Dimension Crystal Sphere dari cincin interspatialnya, sebuah bola Kristal yang dapat menyimpan barang-barang tanpa batas bahkan istana megah dan makhluk hidup bisa di simpan ke dalam bola Kristal ajaib ini yang dia dapatkan di ruang harta istana sayap barat. Lalu para monster pun berbondong-bondong memasuki gerbang berbentuk lingkaran hitam yang dipancarkan dari bola Kristal tersebut dan membawa mereka ke tanah yang luas dan ditengahnya berdiri tegak Istana Sayap Barat yang sempat dipindahkan oleh Boy sebelum Monster Iblis Salazar menyerang. “EEEEHHH!! Itu istanaku kenapa ada disini?!” Avriel terkejut dengan mata yang terbelalak ketika memasuki ruang dimensi Boy dan melihat istana yang bahkan taman bermainnya ada diantara dataran hijau yang sangat luas. Selama ini Avriel menganggap bola Kristal itu tidak berguna dan hanya pajangan saja, pada ini merupakan artefak penyimpanan class-S. Tidak hanya Avriel para monster bonekanya pun sama kagetnya melihat hal ini. “Huwahahaha maafkan aku memindahkan Istana dan taman-mu begitu saja . Karena tampaknya akan lebih ramai jika aku memindahkan ini semua ke ruang penyimpanan dimensi ku.” Kata Boy dengan santainya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN