bc

Tangisa Dalam Diam Hati Seorang Istri

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
serious
like
intro-logo
Uraian

Lila hidup bahagia di awal pernikahanya, apa lagi setelah di karuniai seorang putri yang lucu. Tapi awal cobaan datang di kala uaia putrinya menginjak setengah tahun.

Ruly sering berangkat keluar kota, karena tugas proyek, Lila merasa ada perubahan pada suaminya, mungkin firasat sebagai istr sangat kuat, Ruly selalu balanja oleh2 setiap mau berangkat, dari cemilan, bahkan baju dan celana, alasanya ada temanya yang pesan, tapi Lila tidak berani komentar dari rasa curiganya, Bahkan menjelang lebaran, Ruly pergi belanja dengan teman kerjanya yang kebetulan rumahnya di lokasi proyek tempat Ruly bertugas. Lila tidak sengaja melihat ada pakaian dan srpatu wanita yang di titipkan pada temanya, bahkan tertulis nama di kotak sepatu dan baju, Lila mendengar bisik2 teman Ruly, menunjuk yang mana aja belanjaan punya Ema nama yang tercantum di kotak belanjaan. Lila bertanya, siapa Ema, temanya gugup tidak menjawab, lalu Ruly yang menjawab, kalau itu adik si teman, tapi sikapnya aneh dan mencurigakan, padahal seingat Lila temanya gak punya adik seorang gadis, akhirnya Lila diam dan memendam kecurigaanya.

Lila berusaha percaya walau hatinya bertentangan. Mungkin jalinan Ruly dan sang gadia sudah berakhir

Waktu usia putrinya menginjak 2 tahun lebih, sikap Ruly aneh lagi, dan filing Lila kembali resah lagi, walau Lila tidak bisa berbuat apa2, karena bukti memang tidak ada.

Pada suatu siang hari, ada tamu 2 orang wanita mencari Ruly, tapi menanyakan alamat salah satu teman Ruly yang sama2 tugas di lokasi proyek, Lila bicara apa adanya, kalu Ruly sedang di kantor, pastinya bersama temanya yg di cari si wanita.

Malam hari ad 2 orang wanita datang, yang satu beda, yg satu si wanita siang tadi. Ruly seperti gugup dan bertingkah aneh, Ruly menemui tamunya di teras, mereka ngobrol sangat lama, karena Ruly gak ngajak tamunya masuk, lalu Lila mengajak putinya keluar, Ruly gugup dan reflek, menghampiri Lila,. Eh kenalkan ini, anak dan istriku, kata Ruly, si wanita hanya tersenyum, walau Lila curiga, tapi tetap bersikap ramah kenapa gak masuk sapa Lila, gak usah mbak di aini aja, akhirnya Lila membawa putrinya masuk. Sepulang tamunya, Lila bertanya pada Ruly tentang si wanita itu. Siapa perempuan tadi pah...? Oh itu, anak mahasiawa magang, dia minta ajarin papah, Lila berusaha menerima alasan Ruly, walau Lila tau ada apa2 di antara mereka.

Dua hari berikutnya, 2 wanita itu datang lagi, pas kebetulan teman Ruly yang di cari salah satu wanita itu datang juga bersama tunanganya, tunangan teman Ruly juga sepertinya punya firasat, dia hanya diam gak mau ngobrol, Lila bercanda dngn tunangan teman ruly yg bernama Futy, dan teman Ruly bernama Heru. Fit, ikut aja deh kamu ke proyek, buar Heru gak di goda sama cewek2 di sana, Futy hanya tersenyum, walau nampak si paksakan, lalu dia balik nyerang Lila, kenapa mbak gak ikut suami juga, alasan Lila karena anaknya yg masih kecil, padahal dalam hati Lila mebenarkan kata Futy, dari sebelum punya anak, Ruly gak pernah mau mengajak Lila ke proyek, Lila hanya pasrah dan diam.

Waktu Ruly bawa lila jalan beserta putrinya, Ruly mengajak Lila singgah kerumah teman wanitanya yg berkunjung kerumah tempo hari. Mah mau nggak datang kerumah Neny, dia ngundang kita malam ini ada acara di rumahnya, tentu saja Lila menolak, dengan alasan Malu, padahal siapa sudi dtg ke rumah selingkuhan suaminya, walau Ruly gak mengakui.

Di hari2 berikutnya, Neny sering datang kerumah, ada aja alasan, mau nitip barang lah..untuk temanya,karena Ruly mau berangkat ke proyek,sepertinya Ruly menghindari Neny, tapi Nenynya kekeh mencari terus.

Lila selalu diam walau sikap Ruly berubah dan aneh, hampir setiap ari Ruli selalu trlat pulang kantor. Alasanya selalu sibuk dan lembur.

Terkuaknya Kecurigaan Lila

Pada siang hari wkt Ruly berangkat ke proyek, Lila di kunjungi istri paman Ruly yang seumuran dengan Ruly. Hai Lila...apa kabar, Alhamdulillah baik tante, jawab Lila. Kok kamu kurus banget, kenapa, banyak fikiran tanya tante Loli dengan pandangan sendu. Ah mungkin karena nyusuin tante, secara anak Lila udah besar, jadi kuat nyusunya, tante Loli tersenyum, dan berkata, bisa kita ngobrol bedua Lila, kita ngobrol di tempat yg santai, biar gak ada yg ganggu. Boleh Tante kebetulan di rumah gak ada orang, cuman Lila berdua sama anak, kebetulan anak Lila lg tidur tuh di ayunan. Mari kita duduk tante. Tante Loli ikut duduk lalu menggenggam tangan Lila .

Lila...kalau ada apa2, curhat sama tante, kamu di sini gak punya siapa2, anggap aja tante ini tante kamu sendiri, Lila tersenyum tapi matanya berkabut, Lila bingung tante, Lila mencurigai sesuatu, tapi Lila gak punya bukti, tapi Lila merasa sesuatu itu emang benar terjadi. Apa ini mengenai Ruly.... tanya tante Loli, iya tante jawab Lila. Tante Loli tersenyum dan berkata, apa kamu mau tau sesuatu, dan siap atau kuat menerima ? mau tante, Insya Allah Lila siap.

chap-preview
Pratinjau gratis
Tangisan dalam diam hati seorang istri
Lila hidup bahagia di awal pernikahanya, apa lagi setelah di karuniai seorang putri yang lucu. Tapi awal cobaan datang di kala uaia putrinya menginjak setengah tahun. Ruly sering berangkat keluar kota, karena tugas proyek, Lila merasa ada perubahan pada suaminya, mungkin firasat sebagai istr sangat kuat, Ruly selalu balanja oleh2 setiap mau berangkat, dari cemilan, bahkan baju dan celana, alasanya ada temanya yang pesan, tapi Lila tidak berani komentar dari rasa curiganya, Bahkan menjelang lebaran, Ruly pergi belanja dengan teman kerjanya yang kebetulan rumahnya di lokasi proyek tempat Ruly bertugas. Lila tidak sengaja melihat ada pakaian dan sepatu wanita yang di titipkan pada temanya, bahkan tertulis nama di kotak sepatu dan baju, Lila mendengar bisik2 teman Ruly, menunjuk yang mana aja belanjaan punya Ema nama yang tercantum di kotak belanjaan. Lila bertanya, siapa Ema, temanya gugup tidak menjawab, lalu Ruly yang menjawab, kalau itu adik si teman yang bernama Repi, tapi sikapnya aneh dan mencurigakan, padahal seingat Lila temanya gak punya adik seorang gadis, akhirnya Lila diam dan memendam kecurigaanya. Lila berusaha percaya walau hatinya bertentangan. Lila membiarkan saja setiap kejadian yg di rasa janggal. Seiring berjalanya waktu, Ruli bersikap biasa. Mungkin jalinan Ruly dan sang gadis sudah berakhir, karena Ruli tidak pernah lagi belanja oleh2. Waktu usia putrinya menginjak 2 tahun lebih, sikap Ruly aneh lagi, dan filing Lila kembali resah lagi, walau Lila tidak bisa berbuat apa2, karena bukti memang tidak ada. Pada suatu siang hari, ada tamu 2 orang wanita mencari Ruly, tapi menanyakan alamat salah satu teman Ruly yang bernama Heru, yg sama2 tugas di lokasi proyek, Lila bicara apa adanya, kalu Ruly sedang di kantor, pastinya bersama temanya yg di cari si wanita. Malam hari ad 2 orang wanita datang, yang satu beda, yg satu si wanita siang tadi. Ruly seperti gugup dan bertingkah aneh, Ruly menemui tamunya di teras, mereka ngobrol sangat lama, karena Ruly gak ngajak tamunya masuk, lalu Lila mengajak putinya keluar, Ruly gugup dan reflek, menghampiri Lila,. Eh kenalkan ini, anak dan istriku, kata Ruly, si wanita hanya tersenyum, walau Lila curiga, tapi tetap bersikap ramah kenapa gak masuk sapa Lila, gak usah mbak di sini aja, akhirnya Lila membawa putrinya masuk. Sepulang tamunya, Lila bertanya pada Ruly tentang si wanita itu. Siapa perempuan tadi pah...? Oh itu, anak mahasiawa magang, dia minta ajarin papah, Lila berusaha menerima alasan Ruly, walau Lila tau ada apa2 di antara mereka. Dua hari berikutnya, 2 wanita itu datang lagi, pas kebetulan teman Ruly yang di cari salah satu wanita itu datang juga bersama tunanganya, tunangan teman Ruly juga sepertinya punya firasat, dia hanya diam gak mau ngobrol, Lila bercanda dngn tunangan teman ruly yg bernama Futy, dan teman Ruly bernama Heru. Fit, ikut aja deh kamu ke proyek, biar Heru gak di goda sama cewek2 di sana, Futy hanya tersenyum, walau nampak di paksakan, lalu dia balik nyerang Lila, kenapa mbak gak ikut suami juga, alasan Lila karena anaknya yg masih kecil, padahal dalam hati Lila mebenarkan kata Futy, dari sebelum punya anak, Ruly gak pernah mau mengajak Lila ke proyek, Lila hanya pasrah dan diam. Waktu Ruly bawa lila jalan beserta putrinya, Ruly mengajak Lila singgah kerumah teman wanitanya yg berkunjung kerumah tempo hari. Mah mau nggak datang kerumah Neny, dia ngundang kita malam ini ada acara di rumahnya, tentu saja Lila menolak, dengan alasan Malu, padahal siapa sudi dtg ke rumah selingkuhan suaminya, walau Ruly gak mengakui. Di hari2 berikutnya, Neny sering datang kerumah, ada aja alasan, mau nitip barang lah..untuk temanya,karena Ruly mau berangkat ke proyek,sepertinya Ruly menghindari Neny, tapi Nenynya kekeh mencari terus. Lila selalu diam walau sikap Ruly berubah dan aneh, hampir setiap hari Ruli selalu telat pulang kantor. Alasanya selalu sibuk dan lembur. bab 2 Terkuaknya Kecurigaan Lila Pada siang hari wkt Ruly berangkat ke proyek, Lila di kunjungi istri paman Ruly yang seumuran dengan Ruly. Hai Lila...apa kabar, Alhamdulillah baik tante, jawab Lila. Kok kamu kurus banget, kenapa, banyak fikiran tanya tante Loli dengan pandangan sendu. Ah mungkin karena nyusuin tante, secara anak Lila udah besar, jadi kuat nyusunya, tante Loli tersenyum, dan berkata, bisa kita ngobrol bedua Lila, kita ngobrol di tempat yg santai, biar gak ada yg ganggu. Boleh Tante kebetulan di rumah gak ada orang, cuman Lila berdua sama anak, kebetulan anak Lila lg tidur tuh di ayunan. Mari kita duduk tante. Tante Loli ikut duduk lalu menggenggam tangan Lila . Lila...kalau ada apa2, curhat sama tante, kamu di sini gak punya siapa2, anggap aja tante ini tante kamu sendiri, Lila tersenyum tapi matanya berkabut, Lila bingung tante, Lila mencurigai sesuatu, tapi Lila gak punya bukti, tapi Lila merasa sesuatu itu emang benar terjadi. Apa ini mengenai Ruly.... tanya tante Loli, iya tante jawab Lila. Tante Loli tersenyum dan berkata, apa kamu mau tau sesuatu, dan siap atau kuat menerima ? mau tante, Insya Allah Lila siap. Dalam bulan2 ini, Ruli sering kedatangan tamu cewek, mereka ngobrol di pojokan, kadang mereka pergi dan Ruli gak kembali lagi kekantor, mungkin juga karena di kantor lagi santai gak banyak kerjaan. Jadi kantor gak sibuk ya tan.. tanya Lila, gak Lila, karena baru aja selesai proyek yg di kota S, awal tahun ini baru sibuk lagi. Kalau gitu fix deh, Ruli bohong katanya lg sibuk, banyak kerjaan, makanya pulang telat terus. Tan...bisa jelaskan ciri2 cewek yg biasa datang ke kantor, lalu tante Loli menjelaskan ciri2 wanita tersebut. Yah ternyata emang cewek yg sama yg sering datang kerumah. tp sekarang cewek itu gak pernah lg datang kerumah. Wkt Ruli pulang dari proyek, ada teman pria yg masih muda, sepertinya masih kuliah, wkt kami ngobrol, Lila beranikan diri bertanya pd si tamu. Kamu teman kerja Ruli ya, tapi aku gak pernah liat kamu. Maaf mbak, saya teman Neny yg sama2 KKN di kota S. Oh teman Neny ya, tolong bilang sama Neny ya, jangan ganggu rumah tangga orang dong, kan udah tau Ruli punya anak dan istri, kok masih suka nyamperin dia kerumah, malah sering nyamperin kekantor juga. Emang Neny pernah kesini ya mbak....tanya si pemuda, bukan cuman pernah, malah sering kali, maaf mbak saya gak pernah tau urusan dia, saya juga gak mau ikut campur urusan mereka. Ruli menatap Lila dengan tajam, siapa yg bilang kalau Neny sering kekantor, ma2 jangan suka percaya omongan orang, selama ini aku selalu diam pah, tapi kali ini aku sudah gak tahan. Pa2h selalu pulang telat alasan sibuk, padahal di kantor lg santai, pa2h sering pergi sama Neny, Ruli marah mengatakan kalau Lila percaya sama omongan orang, akhirnya Ruli dan Lila bertengkar di depan tamunya. Kakak laki2 Ruli mendengar keributan ikut keluar dan bertanya, mana Lila temanya Neny, pemuda ini kah, iya bang. Dek bilang sama Neny ya, jangan jadi perusak rumah tangga orang ya, maaf bang, saya gak tau apa2 dengan urusan mereka. Ruli reflek berdiri dan marah2, kenapa sih kalian ini malah menghakimi teman aku, dia ini gak tau apa2, lantas Ruli membalikan meja kaca yg ad di teman kami, dan berhamburan semua isinya. Lantas Ruli membujuk temanya suruh pulang, akhirnya kami di rumah ribut, dan Ruli mengambil kunci motor lalu pergi. Ternyata Ruli pergi ketempat tantenya dan marah2 di sana. Ruli tau pasti siapa yang memberi tau Lila. Kenapa sih kalian ikut campur masalah rumah tangga aku, urusin rumah tangga kalian sendiri. Aku kasian dengan istrimu Ruli, dia tidak punya siapa2 di rumah ini. tapi kalau kalian gak ngomong macam2 Lila gak bakalan marah2 gak jelas. Apa kamu bilang, marah2 gak jelas, kamu tuh yg gak jelas, selama ini dia tau, tp cuman di pendam sendiri, liat badanya aja sampai kurus, udalah lah Tan... gak usah ikut campur, tante tuh gak tau apa2. Ruli pergi dari rumah tantenya. Ruli tetap kekeh gak mau ngaku, padahal udah jelas salah, malah dia yg balik marah2 dan gak peduliin Lila. Dua hari setelahnya Ruli mau berangkat lagi ke kota S karena tugas dari kantor. Lila udah nekat mau pulang ke kampung tempat orang tuanya, Lila pergi beli tiket bis. Waktu Ruli siap2 keberangkatanya, bapak Ruli berkata, Ruli istri dan anakmu mau pulang ke kampung, biar saja lah pak, kamu ini gimana sih Ruli, masa kamu biarkan dia berangkat sendiri dengan putrimu, biar saja. Lila menangis dan rasa sesak dadanya mendengar tidak pedulian Ruli. Lila memandang wajah putrinya, apa benar langkah yg aku ambil ini batinnya. Kalau aku pisah, mungkin banyak lelaki yang mau terima aku, tapi apa ada yg mau terima putriku, Lila menangis sambil mendekap putrinya. Malam itu Ruli menunda keberangkatanya, Lila berusaha sabar dan memaafkan Ruli

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
198.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook