
Lila hidup bahagia di awal pernikahanya, apa lagi setelah di karuniai seorang putri yang lucu. Tapi awal cobaan datang di kala uaia putrinya menginjak setengah tahun.
Ruly sering berangkat keluar kota, karena tugas proyek, Lila merasa ada perubahan pada suaminya, mungkin firasat sebagai istr sangat kuat, Ruly selalu balanja oleh2 setiap mau berangkat, dari cemilan, bahkan baju dan celana, alasanya ada temanya yang pesan, tapi Lila tidak berani komentar dari rasa curiganya, Bahkan menjelang lebaran, Ruly pergi belanja dengan teman kerjanya yang kebetulan rumahnya di lokasi proyek tempat Ruly bertugas. Lila tidak sengaja melihat ada pakaian dan srpatu wanita yang di titipkan pada temanya, bahkan tertulis nama di kotak sepatu dan baju, Lila mendengar bisik2 teman Ruly, menunjuk yang mana aja belanjaan punya Ema nama yang tercantum di kotak belanjaan. Lila bertanya, siapa Ema, temanya gugup tidak menjawab, lalu Ruly yang menjawab, kalau itu adik si teman, tapi sikapnya aneh dan mencurigakan, padahal seingat Lila temanya gak punya adik seorang gadis, akhirnya Lila diam dan memendam kecurigaanya.
Lila berusaha percaya walau hatinya bertentangan. Mungkin jalinan Ruly dan sang gadia sudah berakhir
Waktu usia putrinya menginjak 2 tahun lebih, sikap Ruly aneh lagi, dan filing Lila kembali resah lagi, walau Lila tidak bisa berbuat apa2, karena bukti memang tidak ada.
Pada suatu siang hari, ada tamu 2 orang wanita mencari Ruly, tapi menanyakan alamat salah satu teman Ruly yang sama2 tugas di lokasi proyek, Lila bicara apa adanya, kalu Ruly sedang di kantor, pastinya bersama temanya yg di cari si wanita.
Malam hari ad 2 orang wanita datang, yang satu beda, yg satu si wanita siang tadi. Ruly seperti gugup dan bertingkah aneh, Ruly menemui tamunya di teras, mereka ngobrol sangat lama, karena Ruly gak ngajak tamunya masuk, lalu Lila mengajak putinya keluar, Ruly gugup dan reflek, menghampiri Lila,. Eh kenalkan ini, anak dan istriku, kata Ruly, si wanita hanya tersenyum, walau Lila curiga, tapi tetap bersikap ramah kenapa gak masuk sapa Lila, gak usah mbak di aini aja, akhirnya Lila membawa putrinya masuk. Sepulang tamunya, Lila bertanya pada Ruly tentang si wanita itu. Siapa perempuan tadi pah...? Oh itu, anak mahasiawa magang, dia minta ajarin papah, Lila berusaha menerima alasan Ruly, walau Lila tau ada apa2 di antara mereka.
Dua hari berikutnya, 2 wanita itu datang lagi, pas kebetulan teman Ruly yang di cari salah satu wanita itu datang juga bersama tunanganya, tunangan teman Ruly juga sepertinya punya firasat, dia hanya diam gak mau ngobrol, Lila bercanda dngn tunangan teman ruly yg bernama Futy, dan teman Ruly bernama Heru. Fit, ikut aja deh kamu ke proyek, buar Heru gak di goda sama cewek2 di sana, Futy hanya tersenyum, walau nampak si paksakan, lalu dia balik nyerang Lila, kenapa mbak gak ikut suami juga, alasan Lila karena anaknya yg masih kecil, padahal dalam hati Lila mebenarkan kata Futy, dari sebelum punya anak, Ruly gak pernah mau mengajak Lila ke proyek, Lila hanya pasrah dan diam.
Waktu Ruly bawa lila jalan beserta putrinya, Ruly mengajak Lila singgah kerumah teman wanitanya yg berkunjung kerumah tempo hari. Mah mau nggak datang kerumah Neny, dia ngundang kita malam ini ada acara di rumahnya, tentu saja Lila menolak, dengan alasan Malu, padahal siapa sudi dtg ke rumah selingkuhan suaminya, walau Ruly gak mengakui.
Di hari2 berikutnya, Neny sering datang kerumah, ada aja alasan, mau nitip barang lah..untuk temanya,karena Ruly mau berangkat ke proyek,sepertinya Ruly menghindari Neny, tapi Nenynya kekeh mencari terus.
Lila selalu diam walau sikap Ruly berubah dan aneh, hampir setiap ari Ruli selalu trlat pulang kantor. Alasanya selalu sibuk dan lembur.
Terkuaknya Kecurigaan Lila
Pada siang hari wkt Ruly berangkat ke proyek, Lila di kunjungi istri paman Ruly yang seumuran dengan Ruly. Hai Lila...apa kabar, Alhamdulillah baik tante, jawab Lila. Kok kamu kurus banget, kenapa, banyak fikiran tanya tante Loli dengan pandangan sendu. Ah mungkin karena nyusuin tante, secara anak Lila udah besar, jadi kuat nyusunya, tante Loli tersenyum, dan berkata, bisa kita ngobrol bedua Lila, kita ngobrol di tempat yg santai, biar gak ada yg ganggu. Boleh Tante kebetulan di rumah gak ada orang, cuman Lila berdua sama anak, kebetulan anak Lila lg tidur tuh di ayunan. Mari kita duduk tante. Tante Loli ikut duduk lalu menggenggam tangan Lila .
Lila...kalau ada apa2, curhat sama tante, kamu di sini gak punya siapa2, anggap aja tante ini tante kamu sendiri, Lila tersenyum tapi matanya berkabut, Lila bingung tante, Lila mencurigai sesuatu, tapi Lila gak punya bukti, tapi Lila merasa sesuatu itu emang benar terjadi. Apa ini mengenai Ruly.... tanya tante Loli, iya tante jawab Lila. Tante Loli tersenyum dan berkata, apa kamu mau tau sesuatu, dan siap atau kuat menerima ? mau tante, Insya Allah Lila siap.

