Bab 15

1042 Kata

Aku tidak bisa menghilangkan bayang-banyak betapa manisnya semalam. Interaksi antara aku dan Arghani, di luar ekspetasi banget. Meskipun hati ini masih bimbang dengan ke-PHP-an yang diberikan Arghani. Pagi ini pemotretan berjalan dengan sedikit tidak lancar. Sebelum berangkat Marissa sudah membuat kehebohan. Dia kalang kabut mencari jepit rambut kesayangannya yang kebetulan iseng aku umpetin di dalam kotak tisu di ruang makan. Marissa juga sepertinya memusuhiku, dia menatap tajam aku. Padahal aku tidak tahu salahku apa. Aku merasa tidak berbuat hal yang salah selain ngumpetin jepit rambut dia. Lagian dia juga gak tahu kalau aku pelakunya. "Ghan gue mau dia duduk di ranting pohon deh. Terus nanti bajunya ditata menjuntai gitu," komentarku pada Arghani saat dia dan beberapa anak buahnya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN