Bab 16

1025 Kata

"Mbak balik sama gue aja," ujar Oji saat pagi ini aku memasukkan barang ke dalam bagasi mobil Arghani. Aku menatap Oji yang berdiri dengan gayanya yang tengil banget. Tangan dimasukkan ke dalam saku celana, alis mata yang naik turun dan cengiran khas milik Oji. "Sempit gak mobil lo?" Sebenarnya aku malas balik dengan Arghani. Secara sejak tadi sarapan dia hanya sibuk dengan Marissa. Mengobrol soal pemotretan yang entah apa aku tidak begitu paham. Terkadang aku merasa bahwa keduanya seperti memiliki magnet tersendiri. Aku melirik Oji yang kini semakin tersenyum lebar dan dengan kurang ajarnya merangkulku. Aku sempat ingin memberontak tetapi Oji menahan. Dia mendekatkan bibirnya ke telingaku dan berbisik pelan. "Diam aja Mbak. Itu si Om kurang k*****t ada di belakang sama sirup markisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN