Arghani tersenyum menatapku, kemudian dia menjentik dahiku pelan sampai aku mengaduh kesakitan. "Aku gak mau ngerusak perawan tua," katanya mengejekku. Dia kemudian menjauh dariku. Sedangkan aku berdiri seperti orang b**o. Barusan aku dimanin doang sama Arghani? Anjir padahal udah kebayang juga! "Ini map lo," Arghani menyerahkan map milikku. Aku mengambil map itu dengan cepat. Aku gugup bukan main, apa lagi saat Arghani tertawa. Dia bahkan terlihat tampan saat duduk di tangan kursinya. "Jadi apa pembelaan lo untuk ucapan semalam di telpon?" Arghani bertanya santai. Baru saja aku ingin menjawab, pintu ruangan Arghani diketuk pelan. Kemudian muncul seorang perempuan dengan pakaian tomboy. "Mas pemotretan berikutnya sudah siap," kata si perempuan. "Lo sibuk? Gue balik deh. Makasih ya ud

