Aku gelisah duduk di sebelah Arghani, sejak keluar tadi tidak ada pembicaraan yang mengudara. Sebenarnya aku merasakan senang bukan makin. Seraya terbang melayang aja. Seperti kalian naksir orang dan orang itu ngajak kalian jalan, pengen jingkrak-jingkrak rasanya. Senyumku bahkan mengembang, padahal aku duduk dengan gelisah. Aku takutnya Arghani cuma mau menjahiliku saja. Meninggalkan aku di tengah jalan begitu saja. Atau lebih parahnya dia menculikku dan dijual ke luar negeri? Oke aku mulai ngawur. "Bengong aja lo. Mau beli kado dimana?" suara berat Arghani terdengar ringan. Aku menoleh ke arahnya dan senyumku semakin mengembang. Arghani jika di lihat dari samping terlihat begitu tampan. Meskipun dia masih mengenakan pakaian tadi pagi saat kami bertemu, tetap saja terlihat gagah meskip

