Bab 25

1084 Kata

Aku sudah siap mengunjungi Arghani di studio. Rencananya kami akan makan siang bersama, sekalian membahas acara lamaran lusa. Iya acara kemarin akhirnya menyepakati untuk melaksanakan acara lamaran secara resmi lusa. Lupakan soal betapa malunya aku kemarin, setidaknya aku bisa tersenyum ceria. Aku bahkan bisa merasakan beban di pundakku sedikit terangkat. Ketakutanku kini sirna, bahkan aku bisa tersenyum dan bernapas lega. "Arghani ada?" tanyaku pada resepsionis yang menatapku dengan sedikit sungkan. Senyumku mengembang, saat menjadi Dio yang sedikit sombong. Aku menaikkan daguku dan wajahku dibuat sedatar mungkin. Tanpa senyum dan menurut Kak Milly terkesan kejam namun seksi. "Langsung ke ruangannya saja Bu. Tadi Bapak pesan begitu," ujar resepsionis itu akhirnya. Aku mengangguk seki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN