Satu minggu dan Arghani tidak ada kabar. Rasanya aku cukup kecewa dengan Arghani yang tidak menepati janjinya. Malam ini malam hari ke tujuh, tidak ada sedikit pun kabar. Padahal aku terus menunggu kabar dari Arghani sejak pagi tadi. Aku bahkan terpaksa untuk belum tidur, setidaknya aku akan menunggu jam 12 nanti. Masih satu jam lagi, mudah-mudahan aku masih ada harapan. "Belum tidur Di?" tanya Bang Abraham yang menghampiriku. Duduk sendirian di ruang tengah dengan lampu dimatikan dan tv menyala. Dulu saat aku dan Bang Abraham masih kuliah di Jogja kami suka duduk berdua dengan kondisi seperti ini. Aku memeluk Bang Abraham yang duduk di sampingku. Sejak sudah sama-sama tua dan Bang Abraham menikah, kami jarang menghabiskan waktu bersama. Rasanya aku rindu masa-masa kuliah dulu. "Abang

