Aku sudah bangun pagi-pagi sekali. Setelah semalam Arghani menyetujui permintaanku untuk memikirkan semuanya ulang, aku kembali ke kamar dan memikirkan semuanya dengan kepala dingin. Pagi ini aku berencana akan menceritakan semuanya pada bunda dan eyang. Tentunya dengan bantuan Bang Abraham. Aku keluar dari kamar dengan pakaian kerja yang sudah rapi. Aku berpapasan dengan Bang Abraham di depan pintu kamar. Beliau mengangguk tersenyum dan aku balas mengembangkan senyumku. Di meja makan sudah ada eyang, bunda dan Kak Milly. Aku dan Bang Abraham bergabung bersama. Aku memutuskan untuk memulai sarapan terlebih dahulu. Setelah sarapan baru aku akan menceritakan semuanya. Tetapi, di tengah acara sarapan eyang berbicara. Padahal tidak biasanya eyang melanggar peraturan yang dibuatnya sendiri i

