Diomira Raharjo, nama yang selalu aku ingat. Makhluk perempuan yang Menurutku spesies langka. Awal pertemuan kami yang tidak pernah aku lupakan. Sering membayangiku setiap waktu, meskipun sekuat tenaga aku tepis. Bagaimana Dio mengejarku, menyambangi studioku. Bahkan dia menciumku, perempuan dengan umur yang tidak terlalu jauh dariku dan masih minim pengalaman. Tingkahnya yang selalu membuatku penasaran, selalu membuatku main tebak-tebakan di dalam hati. Dia juga perempuan pertama yang berhasil membuatku berpikir untuk berhubungan serius. Namun apa mau dikata, dia memilih pergi. Aku tahu, pergi untuk sementara waktu. Dari dulu aku selalu tidak suka dikejar, aku lebih suka mengejar. Aku ingin tunjukkan padanya bahwa dia pantas untuk aku kejar. Minggu pertama Dio pergi ke Surabaya aku mas

