Aku mematut diri di depan cermin, penampilanku sudah rapi. Kemarin saat acara pernikahan ibunya Kesi aku tidak bisa datang karena ada pemotretan dengan menteri. Jadi, sekarang aku berniat ke rumah sakit. Beberapa waktu lalu aku menerima kabar dari Rangga bahwa acara pernikahan itu berubah menjadi acara tim sorak persalinan Kesi. Jantungku berdegub cukup kencang karena akan bertemu Dio segera. Apa lagi Rangga juga mengabari bahwa Dio benar-benar sudah keluar dari persembunyiannya. Sialnya lagi, Rangga memanfaatkan kesempatan itu untuk memintaku menjaga Badai. Dia berdalih permintaan orangtuanya yang masih kerepotan dengan Kesi yang baru melahirkan. Akhirnya aku memutuskan menjemput Badai di rumah orangtua Rangga. Untunglah studio dan rumah orangtua Rangga tidak terlalu jauh. Jalanan juga

