Aku, Arghani dan Badai duduk bersama di sebuah kafe. Tentunya kali ini Badai puas karena mendapat masing-masing 2 miniatur pesawat dari aku dan Arghani. Niatku datang ke sini bukan kebetulan, aku menerima pesan singkat dari Kesi yang entah kenapa membuatku melangkah ke sini. Kesi memberitahuku bahwa Arghani dan Badai akan ke sini. Aku yang begitu rindu dengan Arghani memberanikan diri untuk kemari. Berharap bukan main saat kami dipertemukan. Wajah tampan itu begitu aku rindukan. Wangi parfumnya yang selalu membuatku merasa tenang. Belum lagi suaranya yang begitu sangat ingin aku dengar. "Lo apa kabar?" tanya Arghani yang kini membantu Badai memakan kentang goreng. Aku memperhatikan keduanya dengan senyum tipis. "Baik. Sepertinya lo juga baik-baik aja," ujarku dengan senyum kecut di uju

