Langit siang sudah berganti malam. Aku belum juga bisa memejamkan mata ini. Padahal sudah sangat gelap malam, tengah malam penuh kesunyian. Ini karena aku tidak bisa lupa dengan banyaknya perubahan Arghani. Pria KW supernya Theo James itu benar-benar dekat dengan eyang dan bunda. Bahkan aku tadi sempat mikir, yang anaknya aku atau Arghani sih? "Belum tidur Di?" suara Kak Milly membuyarkan lamunanku. Kak Milly duduk bergabung denganku. Dia membawa gelas kosong di tangannya. Sepertinya ingin mengisi air minum. Aku manatap Kak Milly dengan cengiran lebar. Meskipun Kak Milly ini iparku, aku merasa bahwa Kak Milly ini kakak kandung perempuanku. "Di terima aja Arghani," ujar Kak Milly kemudian. Aku menatap Kak Milly heran, kenapa dia sekarang jadi ngebahas ini? "Kak aku juga kalau sempurna

