*** “Nanti sore aku ke apartemen, ya? Kangen duel sama Kean. Sebenarnya, lebih kangen Mamanya, sih. Tapi, gimana? Mamanya gak bakal kangen Pak Dokter ini.” Aku hanya terkekeh mendengar celotehan Ken, di seberang sana dengan nada manja seperti biasanya. Hari ini, aku memang sedang libur, dan biasanya aku menghabiskan hari dengan dua pria ini. Kean dan Ken. Tetapi karena hari ini Ken ada beberapa jadwal operasi. Aku pun akhirnya menikmati hariku hanya dengan Kean seorang. Walau begitu, pria ini tak pernah lupa menelponku disela kesibukannya. Bahkan, mau menyempatkan diri setelah kesibukannya selesai. Ken memang semanis itu kok. “Emang gak capek? Kamu kan habis kerja, Ken. Istirahat dulu lah di rumah. Besok aja ketemuannya sama Kean. Tahu sendirikan, anak itu bagaimana aktifnya kalau kete

