Chapter 47

277 Kata

***Sore harinya, Ken datang sesuai janjinya. Aku mempersilahkan dia dengan senang hati, dan membiarkannya bermain dengan Kean. Aku cukup memperhatikan mereka dari jauh saja. Sambil sesekali ikut nimbrung jika Kean yang meminta. Namun, entah memang Ken itu sangat peka, atau memang aku tak pandai menyembunyikan perasaanku. Pria itu pun mengkode Bi Marni untuk membawa Kean menjauh, dan mulai mendekatiku. “Are okay, Ra?” tanyanya kemudian, dengan mimik wajah syarat akan kekhawatiran. “Aku? Kenapa? Aku baik-baik saja, kok.” Aku pun mencoba berkilah. Karena tak mau membuat Ken khawatir. “No, Rara. Aku tahu kamu. Aku cukup mengenal kamu. Karena itulah aku yakin, saat ini kamu sedang tidak baik-baik saja. Iya kan?” Kenapa Ken bisa menebak semudah itu? Apa memang sejelas itu tergambar dari wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN