Part. 15

1288 Kata
Bagian. 15 Lee Gi Wook. Marlin. Penulis POV Marlin menggerutu kesal sepanjang perjalanan pulang. Bagaimana bisa niatnya ingin pergi ke pernikahan sahabatnya Sarah, malah berujung kesialan ditolak. Bertemu dengan pria kelas b******k seperti Lee Gi Wook. Marlin memungut semua bajunya dengan wajah penuh log. Marlin menatap benci pada pria yang masih nyenyak di dalam tidurnya dengan diam di belakang. Bagaimana dia bisa memberikan kesucian yang sudah dijaganya selama lebih dari dua puluh dua tahun direbut dengan santainya oleh seorang pria yang hanya bisa menyebut saja yang dia tahu. Marlin keluar dari dalam kamar hotel dan berjalan dengan tertatih-tatih memegang rasa sakit di selangkangannya. Seorang wanita akan langsung berteriak jika bangun dengan pria telanjang, maka Marlin tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Cukup hanya sekali lagi dia bertemu dengan pria b******n itu, tidak untuk yang kedua kalinya lagi. Marlin masuk ke taksi yang tadi memesan pemesanannya. Di taksi dia terus saja memikirkan dia bisa berakhir di dalam kamar hotel bersama seorang pria, bahkan mereka melewati malam panas bersama. Hotel dan ranjang yang menjadi saksi terengutnya keperawanannya. Kilas balik Lee Gi Wook memperhatikan wanita manis yang menurutnya. Sudut bibir Lee Gi Wook terangkat sedikit, membentuk senyum kecil. Tepukan di bahunya membuat Lee Gi Wook dipindahkan pandangannya dari wanita manis yang sedari awal masuk sudah membuat fokus Lee Gi Wook teralihkan olehnya. Lee Gi Wook menggangkat satu alisnya sambil memandang penuh pada sahabatnya, Taiki. Taiki memberikan HP-nya pada Lee Gi Wook, membuat lelaki blasteran Indonesia-Korea yang semakin membingungkan temannya. “Markas narkoba kita dibobol dipaksa oleh mafia Rusia,” ucap Taiki tenang. "Kotoran! Mereka ingin main-main denganku rupanya, ”geram marah Lee Gi Wook sambil meremas gelas Wisky di tangganya. “Aku akan urus mereka. Kau tenang saja, mereka bukan masalah besar untukku, ”ucap Taiki santai. Lee Gi Wook menyerigai kejam dan menganggukkankan. Taiki pergi tanpa melampaui kata sepatah pada sahabatnya, Lee Gi Wook. Lee Gi Wook mengalihkan pandangannya lagi ke arah Wanita manis yang sedari tadi menyita perhatiannya. Kening pria itu mengernyit bingung. Lee Gi Wook mengedarkan pandangannya ke setiap sudut pesta, tapi mata tajamnya tidak bisa menemukan wanita yang sedari tadi menyita perhatiannya. Marlin berjalan ke setiap sudut ruangan pesta pernikahan sahabatnya Sarah. Siapa lagi yang dicarinya kalau bukan sahabat Sunda-nya, Anni. Marlin duduk sambil berbaring sambil mencari temannya. Seorang pria tampan, lengkap dengan setelan khusus, berjalan sambil memegang dua gelas di transfer. "Hai," sapanya pada Marlin. Marlin menatap curiga pada pria dewasa yang terlihat kaya itu. "Hai," sapa balik Marlin kaku. "Kenapa sendiri di sini?" tanya pria tampan sambil duduk dengan santai di samping Marlin. "Marvel," ucapnya sambil menyodorkan satu kemenangan pada Marlin. "Marlin," ucap Marlin sambil membalas sodoran tangan Marvel. Mengagumi satu gelas cairan yang tadi dipegangnya untuk Marlin. Marlin tampak bingung pada gelas yang diberikan oleh Marvel. "Dia wanitaku, Bung," ucap suara berat yang mampu membuat bulu siapa pun berdiri. Marvel mundur saat tahu siapa lawannya. Sementara Marlin tampak bingung pria tampan wajah oriental khas pria asing itu. Lee Gi Wook berjalan menghampiri Marlin yang masih tampak bingung, benar-benar terlihat mengemaskan di pandang. Senyum manis 5 watt yang mampu membuat para kaum hawa menjerit. Lee Gi Wook lemparkannya hanya untuk wanita cantik yang sudah disentuh semua perhatian saat pertama melihatnya. "Hai," sapa Lee Gi Wook menyadarkan wanitanya dari lamunannya. Ya, wanitanya. Karena mulai dari sekarang wanita itu adalah wanitanya. "Hai, juga," sapa balik Marlin kaku. Tanpa menarikakan untuk meminta izin terlebih dahulu, dengan santai Lee Gi Wook duduk di samping Marlin, diangkat menjadi pusat perhatian para tamu, terutama para wanita. Siapa yang tidak mengenal Lee Gi Wook, pria tampan asal Korea Selatan itu selalu menjadi buah bibir di kalangan pria wanita-wanita sosialita. Banyak wanita berusaha untuk menyandang nama Lee di depan nama mereka. Tapi akhirnya hanya menjadi teman ONS-nya saja. Tapi ini, seorang wanita biasa, bahkan sangat biasa, mampu membuat Lee Gi Wook memusatkan semua perhatian pada janji. Dengan cepat salah satu anak buahnya sudah membekap mulut Marlin hingga membuat wanita cantik itu memberontak. Tubuh Marlin melemas saat sadarnya yang juga mulai menipis. Dengan sigap Lee Gi Wook memegang tubuh agar tidak terjatuh menyentuh lantai marmer hotel bintang lima milik salah satu sahabatnya. Dengan mudahnya Lee Gi Wook menggangkat tubuh Marlin yang sedikit montok. Tanpa mempedulikan tatapan mata banyak orang yang berada di dalam pesta, Lee Gi Wook membawa tubuh Marlin ke dalam kamar hotel. “Kau milikku, Sayang. Mulai dari malam ini dan seterusnya, ”tegas Lee Gi Wook, seperti benar-benar ingin menunjukkan kepemilikannya terhadap Marlin. Ia kemudian membuka lembut gaun biru muda yang dikenakan oleh Marlin, bersama semua pakaian terkait. Dia menatap kagum pada semua aset indah milik Marlin. Hanya menatap saja sudah berhasil membuat adik kecilnya terbangun dan meminta untuk dilepaskan. Lee Gi Wook membuka semua pakaiannya, membuat pria Korea Selatan itu bugil, tanpa sehelai benang pun melekat di tubuh berototnya. Lee Gi Wook meremas lembut p******a sintal milik Marlin sambil melumat bibir merah marun yang sedari tadi membangunkan hasratnya. Tanpa mempedulikan wanita yang disetubuhinya sedang tidak sadarkan diri, hal itu tidak mengurungkan niatnya untuk bercinta dengan Marlin. b******k, adalah kata yang tepat untuk Lee Gi Wook saat ini, tapi seakan ??? Jangan salahkan dia jika perilakunya sama dengan binatang. Salah wanitanya yang tertarik dan b*******h saat menatapnya. Lee Gi Wook baru lebar kedua paha Marlin dan sekali lagi dia terpana melihat lipatan merah muda di milik Marlin. Tanpa pemanasan lebih lama, Lee Gi Wook sudah memposisikan kejantanannya di depan l**************n milik wanitanya. Pelan-pelan tapi pasti kejantanannya disetujui v****a wanitanya. Lee Gi Wook tersentak kaget saat merasakan penisnya menembus sesuatu di dalam sana. Seperti ada ribuan kupu-kupu di perutnya saat melihat bercak darah menetes di v****a Marlin, yang berarti dia adalah pria pertama. Dia benar-benar tidak salah pilih, wanita saat ini berada di bawah kungkungannya adalah wanita yang tepat untuk menjadi tahu. Dengan perlahan Lee Gi Wook mulai menggenjot tubuh Marlin. Ritmenya yang dimulai dengan lambat menjadi lebih cepat, bahkan tampak kasar. Membuat Marlin mendesah nikmat dalam ketidaksadarannya. Lee Gi Wook menggeram nikmat saat o*****e-nya datang. Semburan s****a hangat memenuhi rahim Marlin. Lee Gi Wook jatuh terlentang di samping Marlin sambil menunggu diberikannya napas yang tidak beraturan. Senyum lebar terukir indah di bibir seksinya. Dengan mesra Lee Gi Wook menarik tubuh lembut Marlin hingga merapat berhasil. Dia benar-benar ??? benar senang dan bangga karena menjadi yang pertama kali memuji tubuh Marlin. Kilas balik dari Marlin menggelengkan izin histeris, mengusir semua bayangan kritis dengan pria b******k yang sialnya sangat tampan. Plak! Marlin menampar pelan pipinya, tidak suka dengan mendorong yang mengatakan bahwa pria itu tampan. 'Tapi itu benar,' Dewi ejek batinnya yang sialnya memang benar. "Mbak sudah sampai," kata sopir taksi membangunkan Marlin dari lamunannya. “Ah… iya, Pak. Makasih, ya, ”balas Marlin kaku sambil memberikan satu lembar uang memenuhi ribuan. Marlin masuk dengan pelan sambil meringis kecil ke dalam rumah. Embusan napas lega keluar dari dalam mulut Marlin saat melihat keadaan rumah yang kosong. Marlin langsung saja melesat ke dalam kamarnya dan menjatuhkan kasur yang lelah di atas kasur kecilnya. Marlin menatap kosong langit-langit kamarnya sambil mengingat keadaan yang baru saja menimpa dirinya. Dia hanya bisa menerima semoga saja apa yang dilakukan pria b******k itu tadi malam tidak menghasilkan darah yang menggumpal menjadi nyawa. Marlin mengusap perut lembut datarnya sambil terus melapangkan doa. Sementara di tempat lain, Lee Gi Wook baru saja terbangun dari tidur nyenyak. Tangannya meraba-raba sisi tempat tidur di sampingnya, mencari tubuh wanita yang sudah berubah menjadi candu untuknya. Tapi bukannya menemukan tubuh yang hangat, dia malah mendapat tempat tidurnya yang kosong dan dingin. Membuat mata yang tadinya terpejam langsung terbuka sempurna, mencari wanitanya. “Sial! Ke mana dia, ”umpatan kasar yang keluar dari mulut pria tampan berdarah Korea itu. Tanpa mempedulikan ketelanjangannya, Lee Gi Wook mencari Marlin ke seluruh kamar hotel. ......... TBC 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN