Nathan pov "Brenda, apa penyakit gue semakin parah? Gue lebih sering mual dan muntah-muntah, gak cuma di jam tertentu." Brenda sedang memeriksa hasil lab gue dengan dahi berkerut dalam. Wajahnya nampak serius dan.. panik? Astaga! Apa gue sudah menjelang koit? Gue jadi teringat orang-orang yang gue cintai. Olga, anak kembar gue yang ada dalam perut Olga, dan Nando. It's time to say goodbye? Mengapa gue masih merasa tak rela? Tapi gue harus melakukannya. "Nathan, aku harus menelaah ini lebih lanjut. Ada sesuatu yang mengkhawatirkanku," sahut Brenda grogi. Pasti dia tak tega mengatakan gue sekarat. Gue kenal Brenda dari Nico, dia kakak sepupu Nico. "Brenda, gue punya satu permintaan. Apa lo bisa membantu gue? Kalau iya, gue bakal berutang budi pada lo.." Dan Brenda langsun

