Juna menatapnya dengan ekspresi yang kurang lebih sama. Mata mereka bertemu. Sejenak mereka hanya saling pandang tanpa melakukan gerakan lain. Perasaan aneh kembali menjalar. Kamar yang ditempati Juna sekarang ini dulunya adalah kamar milik Una. Dulu ketika Arum tak bisa tidur, Una sering mengajaknya mengobrol di malam hari melalui media kertas dan spidol. Karena jarak bangunan rumah mereka yang cukup jauh, sehingga jika berteriak-teriak di malam hari maka penghuni lain sudah pasti akan merasa terganggu. Dan lagi, itu tidak sopan. Oleh karena itu, mereka berdua saling bercakap menggunakan tulisan. Saat beranjak remaja Arum menyadari bahwa apa yang mereka berdua lakukan merupakan satu bentuk pemborosan kertas. Sama sekali bukan hal yang patut diteladani di masa sekarang. Lebih baik jika m

