Part.23

1301 Kata

Malam semakin larut, semua orang pada akhirnya tertidur dan terbuai dalam mimpi masing-masing. Begitupun Davika dan Ammar, pasangan pengantin baru itu terlelap dengan rasa penat masing-masing. Detik, menit dan jam berlalu. Ammar menggeliat saat adzan subuh berkumandang terdengar dari kejauhan. Meski tanpa alarm sekalipun Ammar pasti akan bangun di waktu yang sama setiap paginya. Saat pemuda itu membuka kedua matanya, lengannya terasa berat seperti tertimpa sesuatu. Dengan punggung tangan dia menggosok matanya, dia terkejut sebab Davika tengah bergelung dalam pelukannya. Melingkarkan lengannya mengalung pada perut Ammar. Ammar terkesiap, ada sesuatu yang tiba-tiba bergolak dalam dirinya. Davika memang mengenakan piyama pendek selutut bermotif hati dengan bahan sutra yang lembut. Kepala ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN