Part.40

1107 Kata

Beberapa hari ini Davika jadi sering uring-uringan sendiri tidak jelas. Hal itu karena tetangga baru yang benar-benar mengganggu itu. Pagi ini saja moodnya sudah berantakan karena pertemuannya dengan perempuan bernama Lia itu di depan rumah. Saat sarapan yang dia pesan datang diantar oleh ojol, bertepatan sekali dengan perempuan itu yang sedang asyik duduk sambil bermain ponsel di teras rumahnya yang berada tepat di samping rumah Davika. “Tiap hari order makanan online, apa nggak boros mbak? Kasihan ya mas Ammar tiap hari makan dari luar, kan belum tentu bagus dan bersih.” “Bagi saya sih nggak boros mbak, biasa aja tuh.” Ingin rasanya Davika menjawab bahwa dirinya bahkan bisa membeli satu restorannya sekaligus. “Tapi tetep aja mbak, kualitasnya nggak bisa dijamin, ah pantes mas Ammar wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN