Part.29

1177 Kata

Davika menyiapkan semua koper berisi pakaian dan semua barang-barang miliknya sejak pagi. Hari ini mereka akan pindahan ke rumah kontrakan. Tidak pernah Davika bayangkan sebelumnya, dia yang terbiasa hidup di rumah mewah dengan pelayanan dua puluh empat jam penuh akan hidup dengan menyewa. Ya tuhan, dia harus menyewa, bukankah papanya memiliki puluhan properti. Atau kalau tidak, bisa saja mereka membeli rumah, kenapa harus menyewa sih. Ini lah akibat lainnya karena memilih pemuda kampung yang berpikiran terlalu idealis. Memang sih, kepolosan Ammar juga merupakan nilai plus yang paling dibutuhkan Davika. Hah, setidaknya tinggal di rumah kontrakan di kota ini masih lebih lumayan jika dibanding harus hidup di daerah pelosok di kampung Ammar. Tak apa, Davika akan bertahan setidaknya sampai en

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN