Sepanjang perjalanan, Davika hanya diam sambil memainkan ponsel. Ammar juga tak banyak bicara, lelaki itu bahkan terlihat tertidur sebentar. Perjalanannya tak memakan waktu lama kalau saja lalu lintas tidak sedang macet. Mereka sampai di daerah perumahan yang sederhana. Benar, saat hendak masuk mobil yang mereka tumpangi sulit untuk masuk, sebab jalan tersebut nampaknya hanya cukup untuk satu mobil tanpa bisa berpapasan dengan kendaraan lain. Deretan rumah dengan ukuran yang hampir sama terlihat berpenghuni. Lingkungannya terlihat ramai, dan sangat sederhana. Beberapa anak kecil terlihat berlarian dengan membawa layang-layang. Davika dan Ammar turun, dibantu oleh pak Muklis yang memasukkan barang-barang bawaan mereka. Rumah ini hanya berukuran sangat kecil, bahkan rasanya tak jauh berb

