Davika menggandeng lengan Ammar dengan ketat sekali. Seolah benar-benar takut jika harus kehilangan Ammar. Sementara lelaki itu masih tidak paham tentang perubahan sikap Davika. Namun tepat setelah Davika menutup pintu, sikap gadis itu berubah seperti sedia kala. Tak ada wajah penuh senyum dan lengan hang bergelayut manja. "Kamu kenapa sih, Dav?" Tanya Ammar dengan wajah polos. "Kenapa apanya?" Davika pura-pura tak mengerti. "Yang tadi," jawab Ammar sambil menunjuk arah luar dengan telunjuknya. "Aku kan udah pernah bilang, jangan terlalu Deket sama perempuan itu. Dia itu nggak bener, dan jelas banget dia itu suka sama kamu." Davika tak menutupi tentang pemimkannya untuk satu hal itu. Ammar terlalu bodoh untuk memahami situasi tertentu. Ammar tersenyum penuh arti, dia senang karena m

