Part.73

1153 Kata

"Mar," sapa halus suara perempuan sepuh itu menenangkan di telinga Ammar. "Mar, bangun dulu salat subuh," panggilnya lagi. Ammar menggeliat, membuka mata yang sejujurnya baru terpejam beberapa menit yang lalu. "Iya nek," jawabnya seraya bangkit. Dan duduk di tepian ranjang. Air dingin menyejukkan tatkala mengguyur wajah Ammar. Lelaki itu bersiap untuk shalat subuh. Mengadukan semua kegelisahan yang dia rasakan di atas sajadah. Lama sekali Ammar berdoa dan berdzikir, mengharap hanya pada sang pencipta untuk menunjukkan jalan mana yang harus dia tempuh. Sampai matahari mulai naik, Ammar baru bangkit dari duduknya dan melepas sarung serta peci. "Sarapan dulu, mar. Setelah itu baru kerja," ucap sang nenek. "Hari ini Ammar mau di rumah saja, nek. Ammar lagi rindu rumah ini. Lalu nanti si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN