Part.72

1148 Kata

Davika menatap teras rumah kontrakannya yang sepi. Kedua sahabatnya berdiri di belakangnya. Tak ada motor Ammar terparkir di sana, pintu rumah terlihat begitu rapat. Davika menghapus sisa air matanya yang menggenang, berpikir positif. Mungkin Ammar ada di dalam dan mengunci pintu karena marah padanya Davika bergegas membuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang dia bawa. Mata gadis itu menerobos menatap ke segala arah, berharap menemukan Ammar ada di sana. Namun rumah itu masih sepi sama seperti dia meninggalkannya pagi ini. Ammar tak ada di sana. Davika terduduk dengan lemas di sofa ruang tamu mungilnya. Maura dan Milly berusaha menenangkannya dengan menepuk bahu Davika. Berharap sedikit mengurangi beban gadis itu. "Dav, kenapa Lo musti bohong kalau Lo sebenarnya udah jatuh cinta s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN