Bangun tidur, Jesty ditinggal sendiri oleh Elwin. Turun ke bawah, Jesty menemukan Elwin telah menyiapkan sarapan pagi. Jesty yang masih setengah mengantuk, sembari menguap berjalan menuju meja makan. "Selamat pagi, Mas Elwin." "Pagi, Jesty." Elwin menghampiri Jesty kemudian mencium kening wanita itu. Sedikit senam jantung, Jestynya. Tapi Jesty berusaha untuk tidak akan begitu lagi. Jesty hanya perlu biasa untuk terbiasa. "Mas selalu masak spaghetti," ujar Jesty begitu Elwin menyiram sesuatu di atas mie pasta. Jesty tidak bermaksud menghina, Jesty sendiri tahu sampai mana kemampuan Elwin memasak. "Mas cuma bisa masak spaghetti, Jesty. Mas juga buat steak." "Steak?!" teriak Jesty agak heboh, kedua matanya pun langsung terbuka lebar. Jesty sering melihat orang-orang makan steak, tetapi d

