PoV Iwan Perasaanku terasa tak nyaman. Aku terus ke pikiran Ara. Sudah seminggu lebih Ara tak kunjung video call denganku. Biasanya gadis kecil itu akan meminta ibunya untuk meneleponku. Kenapa aku tak menghubunginya dulu? Ada rasa tidak enak hati kalau tiba-tiba menelepon. Kecuali ada kepentingan yang begitu mendesak, seperti menanyakan keadaan Ara yang sedang sakit. Dinda akan mengabarkan keadaan Ara jika memang gadis kecil itu sedang sakit. Jadi, aku merasa ragu saat akan menghubunginya hanya karena alasan rindu. “Aku ke rumahnya saja, deh. Biasanya kalau jam istirahatku Ara akan meneleponku, kenapa sekarang nggak pernah? Apa terjadi sesuatu? Kalau ada apa-apa Dinda pasti kasih kabar, tapi sekarang kok, nggak ada kabar sama sekali. Apa Ara baik-baik saja?” Aku memang melarang Dind

