Ancaman dari Ibu Mertua

1364 Kata

“Dek, ayo kita pulang!” Tanpa salam atau basa-basi terlebih dulu, Mas Iwan masuk ke rumah ibu mertua dan langsung menghampiriku. “Wan! Datang-datang kok begitu, sih! Kamu ini nggak sopan sama Ibu. Sini, duduk dulu!” Aku tersenyum. Tamengku cukup kuat. Aku tak butuh banyak bereaksi, sudah ada Ibu yang bertindak. “Nggak, Bu. Aku sama Arum ada urusan lain yang lebih penting.” Mas Iwan meraih tanganku dan menariknya agar aku mematuhi semua keinginannya. “Iwan! Kenapa kasar begitu sama istrimu sih!” Lagi-lagi Ibu bertindak. Ia berusaha melepas genggaman Mas Iwan yang mencengkeramku cukup kuat. Meski ada rasa sakit yang terasa di pergelangan tangan, tetapi di dalam hatiku merasa bahagia. Ibu akan selalu dipihakku. “Ibu! Ini masalah kami. Ibu nggak perlu ikut campur. Kami harus segera pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN