"Ditampar? Papa dan abangmu menamparmu?" Marco mengernyitkan keningnya. "Iya, karena aku jatuh cinta di saat mereka melarangku untuk jatuh cinta ... Mereka marah karena aku melanggar aturan mereka." Merri terus bercerita hingga rasa mual dan pening yang ia rasakan pun teralihkan. "Jatuh cinta dilarang?" Marco kembali mengernyitkan keningnya. "Memang aturan apa pula yang kamu langgar?" Marco melempar pertanyaan lagi ketika pertanyaannya yang pertama belum dijawab oleh Merri. "Mereka bilang kalau aku harus menamatkan kuliahku dulu .... " Merri bercerita panjang lebar kepada Marco dengan lelehan air matanya yang tumpah. "Jadi kamu udah nyaris menikah, tapi kamu kabur?" "Iya, Marco ... menikah dengan Satria, sahabat baik abangku yang sampai saat ini masih ngejar-ngejar aku ...." "Ya Tuh

