Begin to a Partimer

1417 Kata
Pintu ruangan Freddy terbuka, menampilkan sosok Ivanna dengan raut wajah muram, "Kenapa?" Tanya Nathan, karena melihat manuk mata yang begitu sendu, "Males, ish. Masa gua masuk kanal youtube bareng Kak Nathan, yang mukbang makanan khas negara-negara." Ucapan itu, membuat seisi ruangan langsung memberikan selamat pada Ivanna, karena ternyata dirinya lolos dan langsung mendapatkan kanal Youtube, "Ody gimana?" Dengan polosnya Garry langsung bertanya kabar, untuk mengetahui kondisi di dalam sana. Lebih tepatnya, hanya Ody seorang yang ia tanyakan, "Dia masih nyari tempat yang cocok, tadi si ditawarin sama Kak Fredd---" "Udah gak usah dibocorin, vibes deg-degannya ilang nanti." Sambar Nathan, dengan tangan yang masih merangkul Ivanna. Karena kini, kanal Youtube yang selama ini ia banggakan bisa menambah personil, setelah sekian lama ia berkutat menciptakan konten oleh dirinya sendiri. "Kira-kira yang bareng ke kanal Youtube gue siapa, yaa?" Seru Fiola, dengan tangan yang ia tangkupkan pada pipinya. "Gak ada, gak kebagian buat lo. Ke gua semua kayaknya." Ucapan itu membuat Fiola meradang, dan menatap tajam Nathan, "Gak mungkin, kepedean bgt deh lo. Paling juga nanti banyakan gua anggota barunya." Ia menjulurkam lidahnya, pada Nathan, yang kini ikut meradang juga atas godaan Fiola tadi. Karena, bagaimanapun juga, Nathan dan Fiola adalah dua orang utama yang mempunyai dua kanal Youtube yanh harus mereka besarkan, sesuai perjanjian dengan Freddy. Mereka berdua menyetujui perjanjian sebagai talent utama, yang harus menciptakan konten berbeda, dengan tujuan utama, mengenalkan budaya Indonesia atau segala hal yang ada di dalam Indonesia, kepada khalayak penonton di Youtube. Sekaligus, bertukar budaya atau informasi dari para talent tambahan, yang lebih dulu diaudisi oleh Freddy langsung, sebelum tampil di kanal youtube mereka. Dan, berkat kerja keras mereka berdua, akhirnta KBRI menambah biaya produksi pada agensi Freddy, hingga saat ini baik Nathan maupun Fiola yang sudah mempunyai dua orang staff utama. Staff yang akan senantiasa membantu mereka untuk saling bertukar ide, membantu pengeditan, bahkan membantu perekaman, jika salah satu kamera canggih di agensi sedang dipakai oleh Freddy sendiri, yang jiga mempunyai tanggung jawab kanal youtube miliknya, yang disponsori penuh oleh KBRI. "Jadi, channel lo sebenernya mukbang apa si, Kak? Unsur budayanya dimana?" Ivanna melemparkan banyak pertanyaan pada Nathan, yang masih sibuk bercekcok ria dengan Fiola. Kini, mereka berdua memperebuti Garry, untuk jadi bintang tamu syuting besok, "Cang kacang kacang..." Guntur menggoda Ivanna, membuat alisnya terangkat sebelah, "Diem deh lo!" Guntur sontak terdiam mendengar balasan ketus, dari gadis berambut panjang di sebelahnya. Ia langsung memanyunkan bibir karena kini usahanya sia-sia, untuk terlihat akrab dengan sesama talent di kanal Youtube milik Nathan. Ya, benar sekali. Guntur sudah mantap memutuskan untuk bergabung dengan channel Nathan, dengan konten mukbang atau makan besar makanan dari berbagai jenis makanan Indonesia, dari beberapa restoran yang dibuka di San Fransisco. Banyak hal yang membuatnya mantap memilih konten Nathan yanh terdengar bercanda, dibandingkan oleh konten Fiola yang terdengar serius. Karena baginya, makanan adalah kebutuhan umat manuisa, dan memungkinkan untuk melakukan pendekatan lebih mudah untuk mengenalkan budayanya pada khalayak banyak. Terdengat sedikit membingungkan, tapi seru juga. Mungkin ini adalah teori dari seorang anak kurang serius seperti Guntur. Tapi percayalah, Guntur masih mempunyai otak yang cukup mumpuni. Untuk memikirkan seluruh keputusan yang sudah ia ambil, dan bisa memuaskan semua audience dari Nathan, akibat kedatangan dirinya. Berbeda dengan Roman dan Garry, yang masih belum memutuskan tempat untuk dirinya sendiri, entah kanal milik Nathan ataupun Fiola. Mereka seolah sulit memutuskannya, padahal sudah mendapatkan previllegh dari Freddy, tanpa mengikuti tes seperti yang dilakukan para gadis, maupun dipilihkam kanal youtube. Semua hal itu tadi, sempat membuat Guntur geram atas sikap kedua temannya, namun kali itu ia lebih memilih bungkam. Membiarkan mereka semua memutuskan dengan waktu mereka sendiri, karena ini adalah keputusan yang sangat serius. Karena menyangkut pekerjaan yang bisa mempengaruhi lembar kinerja mereka, "Eh.. Gimana? Kok keluarmya barengan?" Tanya Fiola, yang kini sudah menyudahi recoknya dengan Nathan. "Ya gitu deh..." Ody menjawab dengan nada yang sukses membuat mereka semua berasumsi aneh. "Fredd, lo nolak mereka semua?" Natahan langsung mengambil posisi, mencegat Freddy yang mau keluar dari ruangan, "Apaandah, masa gua tolak talent baru. Mereka gak puas aja sama kanal youtube pilihan gua," Kali ini, Nathan tidak menjawab ucapan dari Freddy. Karena dirinya juga sangat mengetahui jika langkah yang diambil oleh Freddy, memang berjalan semestinya, walaupun membuat para talent kecewa. "Oke... Gue mau umumin dah, siapa aja talent baru yang gabung ke channel Nathan dan Fio." Sambung Freddy, dengan cangkir kopi di tangannya. Keputusan bulatnya langsung dibagikan oleh semua anggota, yang menyebutkan jika Ivanna, Sofia tergabung pada kanal youtube mikik Nathan. Mereka berdua berdua bertugas mencicipi berbagai macam makanan khas Indonesia, dan mengkompare atau mencari tau, apakah makanan dari negara asal mereka, yang mempunyai flavor atau rasa, bahkan nama yang sama dengan makanan yang mereka cicipi nanti. Namun, untuk Ivanna, dirinya akan melakukan hal itu semua bukan bedasarkan negara Kanada, melainkan negara asalnya, yaitu Meksiko. Karena ternyata, dirinya adalah keturunan asli Meksiko yang ternyata hanya tinggal di Kanada sejak kecil. Hal itulah yang tadi, memakan waktu yang lama. Karena Freddy harus menunjukan beberapa contoh channel youtube milik content creator lain, pada Ivanna, demi menumbuhkan rasa percaya dirinya, jika makanan Indonesia ternyata memiliki banyak kesamaan pada makanan di Meksiko. "Dari kalian, siapa yang gabung ke channel Nathan?" Freddy menjeda penjelasannya, untuk bertanya pada Garry, Roman, dan Guntur. "Hah? Lo? Anjir malu bgt, tadi gua jutek dan tau-taunya kita rekan kerja." Pekik Ivanna dengan rasa terkejut, saat melihat Guntur menaikkan tangan kanannya. "Easyy, easyy. Sekarang jangan jutek lagi ya..." Balas Guntur, dengan nada suara yang kembali menggoda, "Yeuu, udah diem lo!" Ivanna tetaplah Ivanna, yang jenggah dengan semua ucapan lelaki. Setelah mengetahui Guntur ikut gabung ke channel Nathan, Freddy kembali menjelaskan jika Sofia dan Ody, yang akan tergabung dalam channel Fiola. Yang mempunyai konten menemukan perbedaan dalam aksen, bahasa, maupus suara dari beberapa negara, yang ia rasa semua itu cocok jika dilakoni oleh Sofia dan Ody, yang ternyata mempunyai kampung halaman yang sukses membuat dirinya terkejut. "Kak Freddy..." Ujar Diffa, dengan tangan yang ia angkat, untuk menginterupsi penjelasan tadi. Freddy menyilahkan Diffa, "Boleh gak si jadi tim produksi channel kak Fio aja. Kebetulan gua bisa pake software edit video, desain, serta animasi gitu, Kak." Suara gagap Diffa membuat semua orang terkejut. Karena gadis yang mempunyai tampang kutu buku, tapi mulut gangster ini seketika bisa menghasilkan suara bergetar layaknya kutu buku sesungguhnya. Freddy terdiam, mencoba bertanya alasan Diffa yang memilih menjadi staff produksi, dan menolak menjadi talent. "Malu, Kak. Gak biasa tampil di depan kamera, jangankan video, selfie aja jarang. Boleh liat deh ponsel gua." Alasan dari Diffa langsung mengundang gelak tawa dari semua orang, tidak terkecuali para teman dekatnya. Karena akhirnya satu alasan utama yang kini mereka ketahui, mengapa gallery di ponsel Diffa hanya ada beberapa foto yang menampakkan wajahnya. Freddy yang tidak mau memaksa Diffa menjadi talent, hanya memaklumi gadis itu. Karena tidak ada alasan buat memaksanya menjadi talent, toh juga gadis itu mempunyai keahlian luar biasa untuk menjadi staff produksi baik di channel milik Fiola nanti. "Trus, siapa yang mau gabung ke channel Fio?" Ia kembali mengajukan petanyaan yang sama pada Garry dan Roman, yang sama sekali belum memilih. "Gak bisa dua, jadi talent di channel gua. Mana lu berdua dari negara yang sama juga." Keluh Fiola, saat melihat Garry dan Roman, yang mengangkat tangann secara bersamaan. Freddy juga ikut bingung dengan nasip mereka, karena ucapam Fiola tadi benar. Sampai akhirnya, "Gua jadi staff produksi aja kaya Diffa, tapi, gua juru kamera, kalo mereka lagi vlogging or something else." Garry memberikan solusi agar keputusannya diterima. "Curang lo! Gua yang bilang mau jadi juri kamera, ya." Ketus Roman, yang tidak terima. Karena semua ucapan yang terlontar dari mulut Garry tadi adalah keinginannya. Namun, dirinya sangat takut untuk menjabarkan pada Freddy dan rekan mereka yang lain. Membuat Garry, yang akhirnya lebih dulu menjabarkan semua pendapatnya. **word** Membuat kepala Freddy pusing hingga menjadi pening, hingga memutuskan jika Garry dan Roman ada bergantian menjadi staff produksi dan talent, jika Fipla membutuhkam mereka, dalam hal apapun. "Hah, gimana maksutnya, Fred? Lo nyerahin semua ama gua, nih?" Tanya Fiola, dengan sorot mata yang bergantian menatap tajam Freddy, Garry, dan Roman. "Iya dah, lo atur aja tuh. Udah ya, gua mau rapat di KBRI, biar kalian gajian," Jelas Freddy, yang menjatuhkan beban pada Fiola begitu saja. Dan Garry maupun Roman, langsung menatap Fiola dengan manik pupy eyes mereka, seolah membuat boss mereka takjub dan merasa tidak terbebani. "Oke kalo gitu, agenda ini gua tutup. Dan kalian selamat mikirin hal-hal yang mau dibuat besok, inget tujuan utama kita ya. Memperkenalkam budaya." Samvung Freddy, yang langsung meninggalkan basecampe HPMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia).
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN