Gedung menjulang tinggi yang bernuansa ala Eropa Timur, membuat Garry terperangah, "Lo beneran tinggal disini?"
Pertanyan itu juga didukung okeh celoteh dari Roman dan Guntur, dengan langsung menoleh pada Freddy.
Ketia himpunan Pelajar Internasion yang ditunjuk oleh KBRI, sekaligus agency Youtuber yang akan menaungi mereka semua.
"Masuk dulu deh ah, biar noraknya lebih enak." Jelas Freddy, seraya mendahului mereja bertiga.
Hingga saat mereka tiba di lobby apartemen yang seratus kalu lipat lebih megah nan mewah, dari apartemen Windsor at the dogpatch.
Guci-guci berdesain sangat indah berdiri megah di sudut ruangan, lukisan-lukisan tokoh terkenal tempampang mewah di di dindi, hingga ukiran di sepanjak tembok yang seolah menambah kesan astetik yang sangat memanjakan mata.
Sofa, meja, hingga vas-vas kecil seolah disetting semewah mungkin, dan di letakkan di spot utama untuk menyambut tamu.
Yang akan membuat mereka semua melihat bagaimana elegant dari negara Eropa Timur, dan melupakan jika mereka berada di bagian negara Amerika.
"Mau diri doang apa mau masuk nih?" Freddy kembali menyadarkan mereka, karena dirinya terlalu lelah menunggu.
Garry yang lebih dulu sadar, akan sifat noraknya, langsung menggaruk kepalanya diikuti kikihan.
Sementara Roman dan Guntur masih sibuk, dengan pandangan lurus ke arah resepsionis, "Cantik banget..." Kedua buata darat kompak melontarkannya.
Membuat Garry menepak kepala mereka, serta Freddy yang mengikuti gerakan Garry.
"Dah! Naik ayo!" Sery Freddy, berjalan kearah lift untuk pergi ke unitnya yang berada pada lantai 46, unit termewah kelima setelah Pent House yang berada di lantai paling atas.
Bagaimana seorang anak muda layaknya Freddy bisa mencapai kesuksesan sedemikian rupa, hingga mempunyai salah satu unit mewah yang bukan pemberikan orang tuanya.
Melainkan, semua ini ia dapatkan dari buah kerja keras yang selama ini ia lakoni menjadi seorang Content Creator.
Yang pada awalnya, hanya sekedar iseng untuk menunjukkan perbedaan aksen(nada bicara), budaya, ataupun penyebutan nama tempat, dari berbagai negara.
Hingga akhirnya kanal Youtube milik dirinya pun, semakin menyebar luas hingga memiliki penonton dari berbagai negara di dunia.
Tidak tanggung-tanggung, ia juga mempunyai 8 juta subcribers yang tersebar di dunia, dan selalu menunggu video barunya setiap hari.
Itu semualah yang membuatnya mendapatkam undangan dari KBRI, serta ditunjuk sebagai ketua tertinggi himpunan pelajar internasional Indonesia, serta membuat otaknya kembali menghasilkan ide-ide cemerlang seperti membuat semacam agensi dari semua Youtuber asal Indonesia.
Semua ide tersebut, yang kini menghantarkam pertemuannya dengan Garry, yang padahal mereka berdua pun sudah mengenal lama.
Dikarenakan, Garry dan Freddy adalah anak dari masing-masing kolega ayahnya di Perusahaan, dan sering bertemu di RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
Dan sekarang, pada saat mereka dewasa dipertemukan kembali beberaa waktu lalu. Bedasarkan pesab singkat ayah Garry yang menyuruhnya untuk berkunjung dan menjalun silahturahmi kembali.
**
Sesampainya di unit Freddy, mereka bertiga kembali dikejutkan lagi.
Kali ini bukan dari interiornya, karena semua itu tidak usah dipertanyakan.
Karena sudah pasti mevvah.
"Fix! Kulkas orang kaya emang beda! Pintunya dua, cuyyy." Pekik Guntur, dengan mengatupkan kedua tangannya.
Membuat Garry dan Roman yang kali ini mendukung ocehan dari mulut Guntur, "Lebay bgt deh lo pada!" Dalih Freddy, yang kini telah duduk di sofa depan tv.
"Cewek-cewek lo pada kapan dateng kesini? Gua mau tes aksennya dulu. Kali aja mereka ada yang asalnya bukan dari Kanada doang." Lanjut Freddy seraya mencari channel yang mau ia tonton.
Namun semua terdiam, dan 5 menit kemudian, Roman baru membuka mulutnya.
Karena tadi sibuk menyambar es krim bermerk Haagen Dazs, yang mempunyai harga sangat mevvah bila di Jakarta.
"Rumah sendiri yaa, Bapak-bapak." Goda Freddy.
Entah kenapa, para lelaki seolah sangat cepar membangun hubungan pertemanan, hingga akhirnya bisa sedekat Freddy dengan Garry, Roman, maupun Guntur kini.
Semua itu masih menjadi misteri, entah siapa yang bisa memecahkannya.
"Mereka lagi di jalan kali, tadi sini gua chat Ody katanya lagi di Uber." Jelas Garry, yang kini sudah duduk di samping Freddy.
Membawa segelas jus mangga yang tadi ia tuang dari kulkas, dan sepiring cheese cake, yang lebih dulu ia beli.
"Tapi, mereka serius kan? Gak menye-menye kan? Cewek lo gimana?" Tanya Freddy.
"Bukan cewe gua, anjir. Temen kampus doang. Belom kenal 1 minggu, omongan lu kadang aneh."
Garry malah salfok, dan malah bukan menjawab pertanyaan dari Freddy.
**
Setelah mereka semua berkumpul, mereka langsung menuju ke basecame utama himpunan pelajar internasional yang tidak jauh dari apartemen milik Freddy.
Ya, bagaimana mau jauh. Jika Freddy yang menyewa semua nya, dan para anggota hanya bisa mengikuti perintah dari sang ketua tertinggi.
"Oi! Sapa dulu. Member baru." Seru Freddy, pada beberapa orang yang berada di ruang tengah basecamp.
"Garry,"
"Guntur,"
"Roman."
"Bosen gua sama buaya, di belakang keknya ada ciwi. Siapa tuh?"
Para cewek-cewek langsung menampakkan dirinya, mengenalkan nama satu persatu, dengan menjabat tangan.
"Kok Bule? Tumben. Mau gabung ke agensi pasti ya? Jgn-jgn, lo semua lagi jadi pejuang lembar kinerja ya?"
Ody, Sofia, Ivanna, dan Diffa langsung tersentak mendengar ucapan dari gadis yang sedang menyeruput stik ps dengan sangat lihay.
"Santai.. Santai, gua kuliah di CCSF juga, tahun kemarin gua sama kayak kalian, makanya tau."
"Beda, mereka bule, lo mah engga. Lo masih inget gak si, Fred. Pas pertama kali dia dateng kesini? Buleng bgt yaa..." Goda teman di sebelah, yang mempunyai bentuk wajah oval, dan rahang lebar layaknya Randi Pangalila.
"Yeuuu, gak laaa. Gak buleng bgt gua dulu..." Fio membela harga dirinya.
"Ehhh, berisik bgt deh lo pada. Kenalan dulu...." Freddy langsung menyudahi perdebatan yang tidak ada habisnya oleh mereka berdua.
"Oiya, sampe lupa. Gua Fiola, panggil aja Fio, tapi lebih enak dipanggil sayang."
"SAYANG...." Sambar Roman, yang langsung membuat mereka semua terkikih.
"Satu server noh sama lu. Btw, Gua Nathan..." Balas Nathan, dengan menyalami satu persatu mereka semua.
Terlebih lagi, ia mengedipkan sebelah matanya pada Sofia.
Membuat gadis itu langsung tersenyum tipis, padahal dalam hatinya jenggah setengah mati.
Namun semua itu masih belum lewat dari batas normal, hingga membuat Sofia masih menanggapi biasa saja.
Setelah semua agenda perkenalan selesai, mereka semua kecuali Ody, dan kawan-kawan. Berkumpul jadi satu di ruang tengah, untuk membicarakan konten apa yang kali ini akan dibuat, untuk bisa memanjakan para penonton setia, sekaligus mengenalkan ketiga member baru yang tergabung di himpunan pelajar internasional asal Indonesia.
Garry langsung mengutaran semua pendapat yang sejak lama berada dalam kepalanya, "Boleh juga ide lo. Tapi, kita nunggu dulu hasil nilai dari Freddy. Tadi udah tes awal aksen belom, si cewek-cewek?" Kata Brandon, selaku tim produksi yang berada dalam kanal Youtube milik Nathan.
"Ohh, kalo itu udah pas di apart Freddy, tapi gua gak tau ada nilai apa-apanya." Balas Garry.
Membuat Brandon langsung terkikih dan kembali menjelaskan cara kerja agensi milik Freddy, yang mempunyai sistem penilaian yang sangat ketat, namun terlihat santai.
Karena bagaimanapun juga, Freddy harus menyaring semua calon talent yang mau tergabung ke dalam agensinya.
Karena Freddy tidak mau merugikan anggaran yang telah diberikan oleh KBRi padanya, jika mendapatkan talent tidak sesuai ekspektasinya.
"Lah?? Berarti mereka semua belum tentu bisa masuk ke sini?" Tanya Romab dengab gelagapan, karena takut akan dicap pembohong kembali oleh Diffa.
Karena sebelumnya, dirinya yang sangat menyakini jika ide dari rencana Garry yang akan menghasilkan win-win solution bagi mereka semua.
Namun, berbeda dengan Garry yang santai. Karena dirinya tahu, keempat cewek yang sedang di dalam sana mempunyai perbedaan budaya dan kelebihan masing-masing, dan membuat mereka semua berhasil menyamakan ekspektasi dari Freddy.