"Cinta itu lo, Dy." Ucapan dari Garry yang terdengar sangat picisan, penuh bualan, hingga tudak meyakinkan. Semua itu mungkin sampai ke otak Ody, hingga membangunkan semua indera dan berfokus pada suara Garry. "Kok berhenti?" Ucap Ody dalam hati. Ia kebingungan, mau membuka mata atau membiarkannya saja. Tapi, Ody tidak mau gegabah dan hanya mendengarkan otaknta saja. Ia ingin mendengar ucapan Garry lebih jauh, untuk meyakinkan hatinya. Apakah penantiannya berakhir di sini, ataukah masih berlanjut terus menerus. Dengan tenggat waktu yang kerap kali diperpanjang. "Kalo gua minta lo jadi–GARR!" Garry belum sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba ada tangan Freddy yang menepuk bahunya dengan kasar. Membuat ia menghentikan semuanya, dan mengalihkan topik, "Lo baru sampe, Fred?" G

