Dalwi sebetulnya tidak menginginkan jawaban itu, dia hanya ingin meneruskan wasiat Rahmat aja untuk melancarkan seminar nasional yang sudah dipersiapkan sejak lama. Namun, dia tidak menyangka kalau dia lah yang ditunjuk sebagai ketua HIMA padahal, semua orang tahu siapa Dalwi dan bagaimana kapasitas otak Dalwi. “Kalian nggak salah milih gua? Ini gua Dalwi, orang yang nggak tau apa-apa dan ngomong aja masih beliet.” kata Dalwi yang mencoba meyakinkan teman-temannya. “Iya, emang lu yang paling cocok buat jadi ketua dibandingkan siapapun yang ada disini.” kata Rehan. Dalwi pun menghela napas, namun mau bagaimana lagi, bagaimanapun dia menyadarkan semua teman temannya namun teman-temannya tetap pada pendirian mereka. Mereka tetap ingin Dalwi yang menjadi ketua umum mereka. Sebab, bagaimana

