*** Sehari setelah kejadian itu, Diandra merasa semuanya baik-baik saja. Namun, ternyata tidak seperti dugaannya. Dea mengadu pada Gama dan membuat Gama marah besar padanya. Dea menghasut Gama. Mengadu pada Gama bahwa Diandra telah sengaja menyakitinya. Kedatangan Gama yang disambut bahagia oleh Diandra di siang hari itu berubah menjadi duka paling dalam yang pernah Diandra rasakan. Untuk kesekian kalinya Gama menyakitinya, tetapi kali ini benar-benar mengena hingga ke sanubari. Entah sengaja atau tidak, tetapi Gama mencaci Diandra dengan kata-kata kasarnya. “Mama nggak pantas jadi ibuku! Mana ada seorang Ibu yang tega hancurin masa depan anaknya seperti yang Mama lakukan kemarin!” bentak Gama setelah ia mengeluarkan kalimat lainnya. Kalimat-kalimat yang berhasil meluluh lantakan pera

