Ale hanya diam membisu dan menundukkan kepalanya dalam, tidak berselang lama Ia menatap Leon dari cemin tersebut dan menyeringai untuk menutupi perasaannya yang sedang tidak menentu. “Jangan bicara omong kosong! Aku sama sekali tidak cemburu.” Alexa mengangkat satu kakinya dan langsung menginjak kaki Leon hingga pria itu memekik kesakitan. Tangan yang melingkar pada tubuh Alexa terlepas seketika dan saat ini Leon meratapi kakinya yang berdenyut nyeri. “Emang enak! Makanya jangan suka usil,” cibir Alexa dari ambang pintu. Ia dengan cepat meninggalkan kamar tersebut dan bergegas menemui Aji yang sudah duduk di meja makan. Dengan sedikit tergesa, ia duduk dan tersenyum simpul penuh kepalsuan, tentu saja membuat Aji menatapnya dengan curiga. “Kenapa papa menatap Alexa seperti itu?” tanya

