Alexa saat ini sedang duduk bersama salah satu bodyguardnya. Leon memang sengaja meninggalkan gadis itu bersama anak buahnya karena Ia harus menangani ‘penguntit’ kurang ajar yang sudah berani mengusiknya.
“Siapa nama mu?” Alexa bingung ingin memanggil anak buah Leon dengan sebutan apa.
“Ed, nona muda.”
“Oke, baiklah Ed! Kemana Leon dan berapa lama Ia akan pergi? Aku sudah sangat bosan ada di sini,” keluhnya.
“Maaf nona muda, tapi saya benar-benar tidak tahu! Tuan hanya berpesan untuk menjaga anda dan menemani anda kemana pun anda pergi.”
Alexa hanya memasang wajah kesalnya. Awalnya Ia mengira jika kencan pertama mereka akan berakhir dengan sangat menyenangkan. Tapi nyatanya Leon justru pergi dan menitipkannya pada salah satu bodyguard selayaknya anak kecil yang takut tersesat.
“Ed! Aku ingin pulang sekarang.”
“Baik nona muda.”
Ed mengawal Alexa dengan berdiri di belakang gadis itu. Ia langsung membuka kan pintu mobil dan menunggu Alexa masuk. Ada rasa tidak nyaman saat melihat nona muda nya menekuk wajah seperti saat ini, tapi Ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena Leon memintanya untuk tidak mengatakan apapun.
Selama perjalanan, Alexa hanya diam dan menatap jalanan yang padat. Sesekali terdengar helaan napas berat dari gadis itu. Ia memaksakan diri untuk tetap tersenyum, meskipun ada rasa aneh yang mengganjal dalam hatinya.
‘Jangan berlebihan Alexa! Jangan lupa kalau hubungan kalian hanya berdasarkan sebuah perjanjian,’ batin Alexa.
***
“Untuk siapa kau bekerja?”
“Aku lebih baik mati dari pada harus menjawab pertanyaan mu!” jawabnya.
Leon merasa sia-sia saja Ia memaksa pria itu untuk bicara. Akhirnya Ia memilih untuk bermain halus, sehalus-halusnya.
“Jack!”
Pria itu tidak bisa berkata apapun lagi saat melihat sebuah video yang sengaja diputar Jack. Dari raut wajahnya, jelas jika pria itu mengenal siapa semua orang yang ada dalam video tersebut.
Terlihat jelas jika satu orang wanita bersama satu gadis remaja dan anak laki-laki berusia lima tahun sedang makan bersama di sebuah restoran mewah. Terlihat dari pakaian dan cara mereka yang sederhana, jelas mereka bukanlah dari kalangan yang terbiasa memasuki tempat mewah seperti itu.
“Aku rasa kau mengenal mereka semua?” Leon menyeringai.
“Kenapa kau berani menyentuh keluarga ku!!” teriak pria itu keras.
“Menyentuh? Apa kau yakin aku menyentuh mereka? Bagaimana cara ku untuk bisa menyentuh mereka, sedangkan aku ada di sini bersama mu,” ujar Leon.
Pria itu tidak bisa lagi berkata-kata. Tapi ia bukanlah pria bodoh yang akan mengatakan siapa yang sudah menyuruhnya memata-matai Alexa.
“Apa mau mu?”
“Jangan pura-pura tidak mengerti! Kau tahu pasti apa yang aku inginkan.”
Leon benar-benar ingin menguji sejauh mana pria itu bisa bertahan dengan tekanan yang ia tunjukkan. Video kedua kembali diputar. Terlihat jelas jika anak laki-laki itu terlihat kejang, bahkan tubuhnya menggelepar tanpa terduga.
Pria itu panik melihat putranya yang menjerit kesakitan. Bahkan tidak ada yang berniat untuk menolong mereka dalam restoran mewah itu.
“Tolong dia! Putra ku bisa mati, tolonglah dia...” pria itu mulai terisak.
Semakin lama pria itu bungkam, maka Leon mengancamnya dengan hal yang lebih mengerikan. Leon bisa saja terus memutar video itu sampai seluruh keluarganya mengalami hal serupa.
“Jadi... Apa keputusan mu? Apa kau akan terus bungkam dan melihat keluarga kecilmu merasakan hal yang sama, atau kau akan bicara yang sejujurnya pada ku?”
“Aku...”
“Semua keputusan ada di tangan mu! Juga dengan nyawa mereka semua,” Leon sedikit berbisik.
“CEO AJ Groups!”
Kening Leon berkerut, AJ Groups adalah milik Aji, yang saat ini di pegang oleh Lingga dan Rey. Tapi Leon masih belum bisa memastikan siapa nama yang akan terucap dari bibir pria itu.
“Siapa namanya?”
“Aku tidak tahu! Aku hanya mendapat info untuk mencari seorang gadis bernama Alexa dengan berbekal sebuah foto. Dan hari ini aku baru saja menemukan gadis itu.”
“Jack! Lepaskan dia.”
Jack mengangguk dan melepaskan ikatan tangan pria itu. Dengan cepat, pria itu melarikan diri. Dalam pikirannya saat ini anak dan istrinya ada dalam masalah dan bahaya besar karena pekerjaan yang sedang Ia lakukan. Tapi siapa sangka, semua yang Ia lihat dalam video itu hanya rekayasa dari kecanggihan teknologi.
“Perketat penjagaan untuk Alexa! Aku rasa Rey mengincar istri ku sekarang.”
Jack hanya mengangguk.
Mereka akhirnya pergi dari ruangan tersebut. Leon berniat untuk menyusul Alexa, tapi nyatanya gadis itu sudah berada di villa dengan hati kesal karena Leon mengabaikannya.
“Jack! Kita kembali ke Villa. Alexa sudah pulang.”
“Baik tuan muda.”
***
Suara moge milik Leon menggema saat memasuki villa. Alexa yang sedang ada di kamarnya mendengar kedatangan Leon dan wajahnya semakin murung. Tidak ingin bertemu dengan pria itu untuk saat ini, Alexa akhirnya memilih untuk membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata. Hanya memejamkan mata, dan Ia sama sekali tidak berniat untuk tidur di sore hari seperti ini.
Setelah beberapa saat, terdengar pintu penghubung kamar mereka terbuka. Derap langkah semakin mendekat, dan Alexa yakin itu adalah Leon.
“Alexa...” Leon mendekat. “Eh... Ternyata dia tidur,” gumam Leon saat Ia berada pada sisi lainnya.
Dengan sangat pelan, ia duduk ditepi ranjang dan menatap gadis yang tidak lain adalah istrinya. Ia mengusap puncak kepala Alexa dengan lembut, membuat gadis itu hampir saja melonjak karena terkejut. Tapi ia berhasil mengendalikan dirinya.
“Maafkan aku, Alexa. Seharusnya hari ini kita bersenang-senang, tapi aku tidak bisa tinggal diam saat melihat seseorang menguntit istriku. Aku tahu hubungan ini palsu! Tapi bukan berarti aku akan lepas tanggung jawab atas keselamatan mu. Jika mereka ingin menyentuh mu, maka mereka harus berani berhadapan dengan ku lebih dulu.”
Alexa yang mendengarkan semua itu dalam diam hanya merasa sedih. Ia sudah berburuk sangka dan marah pada pria yang sudah ingin melindunginya.
‘Ternyata aku sudah salah menilai mu.’
Leon menunduk dan mengecup kening Alexa. Pria itu benar-benar memperlakukan Alexa dengan penuh kasih sayang. Bahkan ia memberikan apa yang menjadi hak gadis itu sebagai seorang istri, meskipun tidak sepenuhnya. Hanya perhatian kecil seperti inilah yang bisa Leon berikan pada Alexa.
Leon berniat meninggalkan kamar Alexa, ia berdiri dan berbalik, tapi sebuah tangan saat ini memegang erat pergelangan tangannya.
“Maaf karena aku mengganggu tidur mu. Aku tidak bermaksud untuk kurang ajar....” ujar Leon.
“Tidak! Aku sama sekali tidak tidur. Aku hanya kesal karena kamu tidak kembali, tapi ternyata aku sudah salah bersikap seperti ini,” jujurnya. “Aku istri mu, jadi aku juga hak mu! Meskipun kita hanya terikat karena perjanjian, tapi pernikahan kita sah di mata hukum dan agama.”
“Kenapa kamu tidak jujur kalau ada orang yang menguntit kita?” Alexa tetap menahan Leon.
“Bukan kita! Tapi kamu.”
Leon akhirnya memilih duduk kembali di tepi ranjang. Ia menatap Alexa dengan lembut. Seakan tahu isi kepala gadis itu, Leon akhirnya memberi tahu Alexa apa yang Ia lakukan setelah meninggalkannya bersama Ed.
Dengan perlahan ia menceritakan semua itu. Leon melihat kegelisahan di wajah cantik Alexa. Ada sebuah ketakutan yang terpancar jelas di wajahnya. Leon masih tidak mengerti mengapa Alexa selalu saja menunjukkan sikap demikian, karena semua itu masih menjadi rahasia gadis itu.
“Jangan khawatir! Selama aku masih hidup, Rey, Lingga, Heru atau siapa pun tidak akan bisa menyentuh dan menyakiti mu.”
Alexa tersenyum, kemudian Ia mengangguk.
‘Apa mungkin ini waktu yang tepat?’ batin Alexa. ‘Tapi bagaimana jika Leon menjadi jijik pada ku setelah aku menceritakan semuanya? Meskipun aku tidak kehilangan kesucian ku, tapi mereka berhasil menyentuh dan memeluk ku.’
“Alexa... Hey, kenapa kamu melamun? Kalau begitu istirahatlah. Aku akan mandi dan setelah itu kita akan menghabiskan sore ini di taman belakang bersama papa.”
Keraguan dalam diri Alexa sangat besar. Ia takut jika Leon akan berpikir jika Ia adalah wanita rendahan, meskipun dari semua yang telah terjadi, pria itu sama sekali tidak menunjukkan apapun padanya.
“Leon...”
“Ya, ada apa, Alexa? Apa kamu baik-baik saja?”
Alexa mengangguk.
“Aku... Aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada mu, mengenai masa lalu ku bersama Rey dan Lingga.”
Leon cukup terkejut, karena pada akhirnya Alexa akan bicara mengenai apa yang terjadi padanya selama ini. Leon menyambut dengan hangat hal tersebut. Ia menggenggam tangan Alexa erat dan meyakinkan gadis itu untuk bicara saat ini.
“Bicaralah! Aku akan menjadi pendengar yang baik.”
“Apa kamu akan berpikir aku wanita rendahan setelah tahu yang sebenarnya?” Alexa dengan takut bertanya demikian.
Kening Leon berkerut, ia merasa bingung kenapa Alexa mengajukan pertanyaan konyol seperti itu. Bagaimana mungkin Ia akan berpikir hal demikian, sedangkan gadis itu dulunya menderita.
Leon menarik napas dalam dan menatap Alexa. “Aku bisa saja berpikir demikian. Tapi bukankah semua itu harus dipertimbangkan jika ada alasan yang jelas?”
Alexa mengangguk.
“Jadi bicaralah Alexa, aku bukan pria seperti Rey. Aku dan dia jelas berbeda!”
“Dulu! Setelah papa meninggal. Aku berpikir jika kau masih memiliki keluarga untuk aku bersandar saat lelah dan sedih. Tapi semuanya tidak seperti yang aku bayangkan. Lingga mengambil alih semua aset papa dan Reyhan...”
Leon diam tanpa kata. Ia hanya akan menunggu gadis itu menceritakan semuanya tanpa berniat untuk menyela.
“Rey ingin menjalin hubungan dengan ku! Tapi aku menolaknya.”
“Kenapa kamu menolaknya?” tanya Leon.
“Kita keluarga dan aku tidak ingin menjalin hubungan apapun dengan pria mana pun! Tapi ternyata Rey tidak terima, sampai akhirnya Ia berniat untuk...” mata Alexa sudah berkaca-kaca, suara bahkan bergetar saat sebelum ia menjeda perkataannya. “Rey hampir saja merenggut kesucian ku...” seketika air mata Alexa tumpah di pipi merahnya.
Tanpa berkata apapun lagi, Leon langsung menarik Alexa dalam pelukannya. Ia benar-benar memeluk gadis itu dengan erat, bahkan diam-diam amarahnya memuncak saat mendengar jika Rey berniat buruk pada gadis seperti Alexa.
“Aa-aku sudah hina, Leon! Aku perempuan kotor, bahkan paman mu juga sudah memeluk dan menyentuh ku...” Alexa menangis tersedu-sedu dalam pelukan Leon.
Sekarang Leon tahu alasan dibalik kenapa Alexa menjadi trauma. Dimasa muda yang harusnya begitu indah, Alexa bahkan harus mengalami kejadian tidak pantas dari orang-orang yang Leon kenal.
Amarahnya sudah sampai ke ubun-ubun. Leon tidak bisa mentolelir hal seperti ini. Ia sangat menghargai perempuan, karena tanpa seorang perempuan ia tidak mungkin ada di dunia ini.
“Jangan menangis Alexa! Sekarang ada aku di samping mu.”