“Assalamualaikum…, Papa…” suara manja Nur Afiah segera memenuhi ruangan Fred tepat saat kakinya masuk. Segera saja Nur mendekat ke meja suaminya yang tampak kaget melihat kedatangan tiba-tiba istrinya. “Mama?? Kok tumben-tumbenan?” tanya Fred, tapi tak urung dia berdiri dan menyambut istrinya yang segera saja memeluk Fred dan sengaja mencium bibir Fred walau kilat. Mata Fred sempat membola, tidak menyangka Nur Afiah akan senekat itu di depan Zefa. Eeh Zefa? G-gimana gadis itu? Seketika Fred melirik ke arah Zefa yang masuk mengikuti istrinya. Fred lihat wajah Zefa nampak datar saja, tidak terpengaruh sama sekali atas pemandangan itu. Fred sampai berdehem untuk hilangkan grogi, sebuah senyum pahit muncul di bibirnya. Dia sampai berusaha menjauhkan tubuh Nur darinya yang langsung menempel

