Duapuluhdua

806 Kata

Dengan jantung berdebar-debar aku menunggu jawaban yang akan diberikan oleh Reyhan. Alasan kenapa ia begitu yakin jika anak yang ada di dalam perutnya adalah anaknya. Atau... mbak Nita dan mas Roby memberitahu dirinya tentang keberadaan anak ini? Berbagai persepsi terus menerus menghampiri isi kepalaku. "Soal itu, aku sudab tahu kamu sedang hamil jauh sebelum Felicia datang ke rumah." Kalimat itu berhasil membuatku terkejut. Tapi dengan cepat aku menenangkan diriku dan kembali memilih untuk mendengarkan Reyhan. "Aku tidak sebodoh itu, No. Melihat gejala-gejala yang terjadi pada ibu hamil yang di mana semuanya terjadi padamu saat itu. Tapi aku masih tidak yakin. Sampai akhirnya kamu berhenti bekerja. Hanya bergelung di balik selimut setelah morning sickness yang kamu alami." "Anehnya seti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN