Duapuluhempat

1029 Kata

Aku mengedarkan pandangan mataku ke seluruh penjuru ruangan. Entah apa yang ada di pikiran Reyhan saat menyiapkan kamar ini untukku. Bagaimana bisa dia menyiapkan kamar dengan paduan warna kesukaanku. Abu-abu dan hijau. Dilihat dari perpaduan warna dinding kamar yang mulai hari ini menjadi kamarku. "Ini kamarmu," katanya datar. "Jika ada yang kamu butuhkan, kamu bisa minta tolong mbak Endah. Dia asisten rumah tangga yang aku pekerjakan untuk menemanimu saat aku sedang tidak ada di rumah." Aku mengangguk mengerti bak seorang karyawan yang baru saja mendengarkan instruksi. Reyhan menarik koperku dan meletakkannya di sisi pintu kamar. "Kalau gitu, make yourself comfortable." Selesai mengatakannya, Reyhan langsung beranjak pergi dari sisiku. Seakan tugasnya sudah selesai. Sedangkan aku me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN