Aku tahu jika Reyhan sangat posesif. Hanya saja yang tidak aku tahu adalah meski sikapnya sedikit dingin, dia masih bisa melakukan aksi posesifnya padaku. Di bulan ke empat kandunganku, rasa mual kembali melanda. Reyhan sudah sibuk menghubungi Dokter Metha saat aku sedang memuntahkan isi perutku pagi itu. "Dok kenapa masih mual begini? Padahal sudah bulan ke empat?" tanya Reyhan dengan ponsel di sebelah kirinya dan sebelah kanannya sibuk mengusap punggungku. "Apa anda tidak bisa memberikan vitamin anti mual atau memberitahu saya pewangi atau apa pun yang dapat menghilangkan mualnya?" lanjutnya dengan kecepatan bicara melebihi kereta api. Aku mengibaskan sebelah tanganku. Memberi isyarat supaya dia menyudahi pembicaraannya di telepon dengan Dokter Metha. Bisa malu besar aku saat bertemu d

