Semuanya terjadi terasa lambat. Tubuhku yang di letakkan di atas brankar yang menuju sebuah ruangan. Ruangan operasi. Meski menahan sakit luar biasa, tapi pendengaranku masih berfungsi dengan baik. Dokter mengatakan jika pendarahan yang terjadi padaku diakibatkan karena lepasnya plasenta dari dinding rahim. Akibatnya bayi yang masih berada dalam kandungan bisa kekurangan asupan nutrisi serta oksigen. Dan dokter menyarankan supaya segera melakukan operasi caesar. Setelah kehilangan kesadaran entah berapa lama, sinar lampu langsung menyambut penglihatanku. Alhasil aku kembali memejamkan kedua mataku sampai akhirnya dengan perlahan aku mencoba untuk membukanya lagi. "Norah!" Suara laki-laki yang sangat kukenal membuatku menggerakkan leherku. Di samping tempat tidur, sosok Reyhan duduk deng

