"Boleh Opa peluk Ar sebentar?" pinta Jackson terdengar lirih. Entah kenapa saat melihat Ar ia bisa melihat sosok Alan kecil? Bocah tampan ini mengingatkannya pada beberapa tahun silam, saat masih asyik-asyiknya bermain dengan Alan kecil. "Boleh, Opa!" Ar merentangkan tangannya memeluk Jackson. Jackson menyambut pelukan pria kecil itu. Entahlah, kenapa ia merasa begitu dekat dengan anak tersebut. Padahal mereka baru bertemu sekarang. Tanpa terasa air mata Jackson menetes bahagia. Dadanya berdegup kencang dan merasakan hangat yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Siapa sebenarnya anak kecil ini? Kenapa rasanya sangat nyaman saat memeluk erat tubuh kecilnya? Sementara orang tua murid yang lain berbisik-bisik dan terheran-heran melihat Jackson yang begitu dekat dengan Ar kecil. Padahal du

