Aerin menghela napas panjang seraya menatap pantulan dirinya di depan cermin. Malam ini, ia harus menemani Alan bertemu rekan bisnisnya. "Hufh, jika bukan karena pekerjaan, aku tidak akan mau!" Ia mendesah pelan. Tak bisa ia pungkiri, bahwa berada di dekat Alan membuat jantung Aerin tak aman. Aerin menyambar tas yang berada di atas nakas, lalu melenggang keluar dari kamar. Wanita cantik itu tersenyum lebar melihat Ar yang sedang asyik belajar dengan Nicko. Aerin berjalan menghampiri dua lelaki berbeda usia itu. Senyumnya mengembang lebar melihat keakraban dua lelaki yang begitu berarti dalam hidupnya itu. "Kak!" panggilnya. Nicko yang tengah mengajari Ar, sontak melihat ke arah Aerin. Lelaki itu langsung terpaku menatap kecantikan Aerin. Gaun yang dikenakan pas dan melekat di tub

