"Daddy, Mommy!" panggil Ar lirih. "Son!" Mata Aerin berkaca-kaca. Kedua orang itu menghampiri anak mereka yang hampir terbujur kaku, tetapi masih sadar. Segera Alan berteriak meminta anak buahnya untuk membuka jeruji besi itu dengan paksa. "AR!" teriak Aerin menggelengkan kepalanya dengan tegas. Menolak jika kemungkinan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada sang anak. “Buka! Buka jeruji ini sekarang juga!” teriak Alan kepada dua anak buahnya yang berdiri tak jauh darinya. Tanpa ragu, kedua pria berbadan kekar itu maju. Salah satunya mengeluarkan linggis dari tas peralatan yang mereka bawa. Suara besi beradu menggema saat mereka mencoba mencongkel gembok karatan yang menahan pintu jeruji. Sementara itu, Aerin berlutut, mendekat sedekat mungkin ke jeruji. Tangannya terjulur ke

