Aerin meninggalkan Mella yang tampak kesal karena mendengar ucapannya. Bukankah apa yang Aerin katakan memang benar? Selama ini bukan ia yang mengejar Alan, tetapi Alan lah yang mengejar dirinya dan seolah-olah menginginkan cinta yang sudah lama Aerin bunuh mati. Perasaan Aerin pada Alan memang dibunuh mati tanpa sengaja. Aerin tak pernah ingin berhenti mencintai mantan suaminya itu, tetapi waktulah yang membuat segala rasanya menghilang dan pergi tanpa kembali. Aerin tersenyum geli mengingat betapa dulu dirinya mencintai Alan sampai dijadikan b***k oleh lelaki itu. Entahlah, terkadang manusia bisa terlihat bodoh hanya karena cinta. Lebih tepatnya membuat dirinya bodoh agar terlihat layak untuk dicintai. Padahal pada dasarnya cinta bukan saling membodohi, tetapi saling melengkapi. Meng

