Jackson dan Lisa tampak bermain dengan Ar. Lisa tampak bahagia bisa bercanda ria dengan cucunya itu. Padahal sebelumnya ia sama sekali tidak berniat untuk dekat dengan cucunya tersebut. Nyatanya, sebahagia ini memiliki cucu. Sore itu, sinar matahari menembus celah tirai jendela, menyinari ruang keluarga yang dipenuhi tawa riang. Ar, si kecil yang selalu ceria, berlari-lari di antara sofa sambil tertawa lepas, sementara Jackson terus mengejarnya dengan langkah-langkah yang sengaja diperlambat agar cucunya tetap bisa merasa menang. "Son, jangan lari-lari begitu, nanti jatuh!" tegur Lisa sambil tertawa kecil, menggoyangkan kepala melihat kelincahan cucu laki-lakinya yang tidak pernah kehabisan energi. Ar menoleh sebentar, tersenyum jahil ke arah neneknya, lalu kembali berlari memutari mej

