55. Kesal

1017 Kata

"Kenapa, Kak?" tanya Luiz. "Kakak mau ke mana?" tanyanya melihat Nicko yang melepaskan jasnya, lalu menggulung kemejanya hingga siku. "Bertemu Aerin," sahut Nicko. "Hah?!" Luiz terkejut ketika mendengar jawaban sang kakak yang ingin bertemu dengan wanita itu. "Kakak yakin?" Luiz sedikit ragu. "Memangnya kenapa?" Nicko mengangkat sudut bibirnya melihat kekhawatiran dari sang adik. "Memangnya tuan Alan akan membiarkan Kakak bertemu Aerin?" tanya Luiz, ragu-ragu. "Kenapa tidak? Bagaimana pun aku juga ayah Ar. Ayah yang membesarkan dia!" Nicko masih tidak menyerah, ia akan lakukan segala cara untuk bisa mendapatkan hati Aerin kembali. Namun, ia tidak mau gegabah karena dirinya tahu bahwa Alan tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Luiz berdiri mematung di ambang pintu, memperhati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN