Nicko tersenyum menatap figuranya bersama Aerin dan juga Ar. Dulu mereka bahagia bak keluarga kecil, bahkan banyak yang berprasangka bahwa mereka adalah pasangan suami istri. Padahal, semua itu hanya angan-angan Nicko saja yang berharap terlalu tinggi karena kenyataannya Aerin tak pernah bisa memberikan hatinya untuk Nicko. "Kakak senang akhirnya kamu bahagia sama Alan, Rin!" ucapnya. "Ar, sekarang kamu sudah mewujudkan mimpi kamu yang punya orang tua lengkap. Ayah harap kamu benar-benar bahagia, Son!" Nicko memasukan foto-foto itu ke dalam sebuah kotak kecil. Ia tak bermaksud menghilangkan semua kenangan bersama Aerin dan Ar, hanya saja ia tidak mau Alan salah paham, Nicko memahami hal tersebut. Nicko keluar dari kamarnya sambil membawa kotak berisi foto-foto tersebut. "Luiz, tol

